Selasa, 25 Agustus 2009

Tanda-Tanda Hari Kiamat Sudah Terjadi

Mendengar kata kiamat, tentunya kita akan segera berpikir tentang kehancuran dunia ini. Mungkin dapat dibayangkan seperti yang tertulis di dalam Al Qur'an dimana gunung-gunung dapat diterbangkan dengan mudahnya. Langit seakan pecah dan kemudian manusia-manusia bagaikan anai-anai yang ditebarkan. Sungguh, dimana hari dimana manusia akan melihat kuasa Tuhannya. Hanya dengan kuasa-Nya Dia mampu menabrakkan planet-planet di semesta ini sehingga benar-benar tidak ada lagi kehidupan. Ya, itu memang gambaran di Al Qur'an dan kita wajib mengimani hari kiamat tersebut sebagai syarat kesempurnaan rukun iman kita yang enam. Memang sebelum kiamat datang, Imam Mahdi akan turun ke bumi untuk menciptakan perdamaian di bumi ini. Dimana bumi saat itu sedang dilanda perseteruan dan krisis moral yang hebat sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatasi itu semua. Diceriterakan saat kemunculan Imam Mahdi, maka Dajal dan bala tentaranya(orang kafir) akan dimusnahkan dari muka bumi ini dan setelah itu akan ada zaman keemasan dimana Islam akan benar-benar menjadi rahmatan lil alamin. Baru setelah itu semua tercapai, kiamat dan akhir dari zaman ini akan benar-benar terjadi.

Baru-baru ini, mungkin tersiar banyak kabar mengenai isu kiamat tahun 2012. Ramalan bangsa maya yang mendukung bukti ilmiah dimana akan terjadi badai matahari yang hebat dan diperkirakan akan "menjilat" bumi kita tercinta, juga menjadi isu publik yang semakin membuat warga bumi menjadi merasa selalu resah dan bukan tidak mungkin akan menuju kelesuan kehidupan. Bangsa maya yang terkenal hebat dalam perhitungan kalender dan astronominya meramalkan akan terjadi babak baru dalam kehidupan dan itu mereka perkirakan terjadi di tahun 2012.

Mendengar berita ini, bagaimana kita menanggapinya? Kita tidak perlu khawatir kalau memang ramalan ataupun bukti ilmiah yang selama ini kita dengar akan benar-benar terjadi. Kita perlu tahu bahwa bumi ini memang sudah tua dan kiamat memang sudah dekat dengan melihat kejadian-kejadian yang beberapa dekade ini terjadi. Melihat dari segi moral manusia akhir-akhir ini, pantas kalau abad ini benar-benar dipilih untuk diselenggarakannya kiamat. Lepas dari keakuratan perhitungan tersebut, sebaiknya kita juga menyadari memang zaman ini sudah didesain untuk peperangan. Kita bisa lihat dimana perlombaan pembuatan senjata dan yang paling mutakhir adalah nuklir sudah dimulai. Selain itu, timur tengah dimana merupakan tempat yang menjadi lahan emas hitam menjadi perebutan antar bangsa di dunia. Selain itu umat Islam semakin dimusuhi dan terpojokkan. Jelas sudah dapat kita rasakan setelah terjadinya insiden WTC umat Islam seakan menjadi biang dari semuanya. Tanda-tanda berupa peristiwa-peristiwa aktual dan baru-baru ini memang sudah pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW (hadits) jauh sebelum abad ini ada. Tentunya kita sebagai manusia yang mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah dalam menyampaikan kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang kafir, kita juga sebaiknya mengetahui ramalan Rasulullah yang benar-benar terjadi akhir-akhir ini. Apa saja peristiwa-peristiwa yang diramalkan Rasulullah itu? Dan apakah bisa menjadi dasar akantanda-tanda kiamat dan munculnya Imam Mahdi? Berikut beberapa peristiwa yang menunjukkan kecocokkannya dengan hadits nabi.

  1. "Berhentinya sungai Eufrat adalah salah satu tanda datangnya Al Mahdi". Hadits tersebut adalah ramalan yang tepat kepada kejadian yang berlangsung di tahun 1975. Dimana di tahun itu ada pembangunan bendungan setinggi 210 meter dan menghentikan aliran sungai Eufrat.
  2. Hadits berikutnya masih berhubungan dengan sungai Eufrat, "Hari kiamat tak akan terjadi sebelum sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas, yang mendorong manusia berperang, 99 dari 100 orang akan tewas dan setiap dari mereka berkata "Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup". Ahli tafsir hadits menafsirkan hadits tersebut merupakan ramalan terhadap kejadian pasca dibangunnya bendungan tersebut. Dimana Sungai Eufrat yang terhenti alirannya, menjadi lahan yang digunakan untuk perekonomian penduduk, pemukiman, pembangunan listrik dan sebagainya. "..dan menyingkapkan gunung emas...", pernyataan hadits ini terbukti setelah Amerika Serikat yang masih dipimpin oleh Bush berusaha menguasai daerah tersebut karena berdasarkan foto satelit, di daerah dasar sungai Eufrat terdapat timbunan emas. Adanya emas di daerah tersebut memicu peperangan untuk menguasai daerah tersebut dan penduduk yang hidup di daerah tersebut menjadi korban dari peperangan dan teror yang dilancarkan Amerika Serikat. Ini sangat cocok dengan hadits nabi yang mengatakan "...yang mendorong manusia berperang...".
  3. "Akan ada dua gerhana di bulan Ramadhan sebelum Al Mahdi muncul". Hadits di atas menjelaskan bahwa hari kiamat akan datang setelah ada dua gerhana yang terjadi di bulan Ramadhan di tahun yang sama. Memang peristiwa gerhana merupakan peristiwa alam biasa yang sering dan berulang kali terjadi di bumi. Namun menjadi sangat tak biasa jika dua gerhana yaitu gerhana bulan dan matahari terjadi di waktu yang hampir berdekatan. Faktanya di tahun 1401 H atau 1981 M telah terjadi dua gerhana di bulan Ramadhan, yakni gerhana bulan pada tanggal 15 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 29 Ramadhan. Kemudia di tahun berikutnya, 1402 H atau 1982 M terjadi hal serupa dimana gerhana bulan terjadi pada tanggal 14 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 28 Ramadhan.
  4. "Sebelum ia (Al Mahdi) datang, sebuah komet yang menebarkan cahaya akan terbit dari timur. Kemunculan bintang itu akan mengikuti gerhana matahari dan bulan" . Pada tahun 1986 M atau 1406 H telah terlihat dari bumi sebuah komet yang diberi nama komet Halley yang memiliki periodik kemunculan 76 tahun terbit dari arah timur ke barat sesuai dengan hadits nabi. Komet Halley ini diyakini melintas dan bertepatan dengan peristiwa-peristiwa besar dahulu. Komet ini melintas di saat kaum Nuh dihancurkan oleh banjir besar, Nabi Ibrahim dibakar dan Firaun dan kaumnya yang melawan Nabi Musa dibinasakan di Laut Merah. Kemunculan terakhir komet ini menegaskan kembali hadits nabi akan kedatangan Al Mahdi.
  5. "Orang-orang pergi melaksanakan haji tanpa imam yang membimbing mereka. Ketika mereka turun ke Mina, bangsa-bangsa akan saling menganiaya bagaikan anjing-anjing dan akan terjadi perang besar hingga kaki digenangi danau darah". Peristiwa yang disebutkan dalam hadits di atas benar-benar terjadi di tahun 1979 tepatnya tanggal 21 September dimana pembantaian dan pertikaian antara militan Iran dan Saudi menyebabkan 30 0rang meninggal dan 90 orang disandera. Kejadian ini memaksa shalat Jumat di musim Haji itu tidak dapat dilaksanakan. Tujuh tahun setelah peristiwa itu, terjadi peristiwa yang lebih buruk lagi dimana koraban meninggal sebanyak 402 orang jauh lebih banyak daripada peristiwa sebelumnya. Peristiwa ini bisa menjadi realisasi dari pernyataan hadits nabi di atas akan kedatangan Al Mahdi.
  6. "Api akan meliputimu. Api itu saat ini padam di lembah bernama Berehut. Orang-orang akan terkepung api itu di dalam penderitaan hebat. Api itu akan membakar dan memusnahkan manusia dan harta benda. Selama delapan hari api itu akan menggelora di dunia bagaikan angin dan awan. Panasnya malam lebih terik daripada siang. Api itu merentang dari kepala manusia hingga langit tertinggi dan ada bising yang keras bagaikan guntur di antara bumi dan langit". Pada awal tahun 1990 teejadi perang di Timur Tengah antara Irak dan Kuwait. Peperangan yang sengit mengakibatkan PBB turun tangan menangani peperangan tersebut. "Api ini padam di lembah bernama Berehut..". Pernyataan ini memiliki makna tersirat bahwa yang dimaksud api padam adalah bahan bakar yang tersimpan di sebuah sumur bernama Berehut. Bahan bakar tersebut tak lain adalah minyak bumi yang keluar dari sumur Berehut. Saat perang Teluk pecah, daerah itu terbakar dan seperti apa yang dinyatakan dalam hadits Rasulullah, nyala api tersebut benar-benar membakar manusia disekitarnya.
  7. "Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh pemimpin mereka dan titah-titahnya". Anwar Sadat penguasa MEsir dibunuh tahun 1981. Kata Syam tidak hanya merujuk Damaskus, tetapi kata ini yang dalam bahasa Arab berarti kiri ini merujuk pada negara-negara yang berada di sisi kiri. Faktanya, petinggi-petinggi di daerah ini tewas dibunuh saat memimpin negaranya. Berikut diantaranya:1920, Saiah Al Deen Beetar mantan presiden Syiria. 1921, Droubi Pasha Perdana Menteri Suriah. 1949, Muhsin Al Barazi Perdana Menteri Suriah. 1951, Raja Abdullah dari Yordania. 1982, Bashir Gemayel
  8. "Taliqan (sebuah daerah di Afghanistan) yang miskin dan sengsara, di tempat itu ada harta Allah, bukan emas dan perak, tetapi berupa orang-orang yang telah mengakui Allah sebagaimana mestinya". Hadits tersebut menerangka tentang terjadinya masa-masa kelam Afghanistan hingga sekarang. Dari masa pendudukan Uni Soviet sampai pendudukan Amerika Serikat ditambah perang saudara yang berlarut-larut menunjukkan daerah ini memang diperkirakan menjadi medan pertempuran.
Selain peristiwa-peristiwa khusus tadi, banyak peristiwa-peristiwa yang bisa kita lihat dari berbagai media yang menunjukkan indikasi akan terjadinya perang dunia ketiga. Seperti kita tahu, timur tengah masih dihadapkan dengan konflik yang tak kunjung reda. Sementara itu negara-negara adikuasa berlomba-lomba memperkuat pasukan militer mereka di negara lain yang ingin dikuasai. Demikian pula dengan peristiwa teror yang sudah terjadi di mana-mana termasuk Indonesia sehingga manusia sudah merasa tidak aman lagi. Terorisme, peperangan dan pertikaian akan semakin menguatkan bahwa zaman sudah mendekati kebinasaanya. Dibutuhkan seorang pemimpin yang sanggup meredakan itu semua dan benar-benar mencipatakan suatu zaman yang disebut zaman keemasan. Al Mahdi tak lain dan tak bukan. Setelah berhasil menjalankan tugasnya di bumi ini, maka sesuai dengan janji Allah, kiamat akan segera diselenggarakan.

Secara sederhana kita dapat mengatakan memang sudah saatnya dunia ini akan berakhir. Melihat tanda-tanda yang sudah tak terperikan lagi, Allah, Dzat Yang Maha Penyayang mungkin tidak ingin bumi beserta manusia-manusia beriman dan mengakui-Nya sebagaimana mestinya selalu dirundung oleh kepedihan akan pertikaian dan rasa tidak aman di dunia.
Sudah saatnya kita menginstropeksi diri dan mempersiapkan bekal menuju alam keabadian kita. Selama udara masih berlalu lalang di tenggorokkan kita, Sebaiknya kita harus otimis dalam menjalani kehidupan ini. Tak ada yang sia-sia selama apa yang kita perbuat kita niatkan kepada Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang diridhoinya.

Wallahu alam bisswwab..

(sumber : Harun Yahya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kirim Komentar Anda
(Send Your Comment)