Halaman

Tampilkan postingan dengan label Seputar IT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar IT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

FAST Project

FAST Project adalah professional project yang pertama kali saya dan rekan-rekan founder CBS (Cebersoft) Corp jalankan mulai akhir tahun 2011, tepatnya di bulan November. Berbekal relasi ke salah satu perusahaan developer atau pengembang perumahan dan real estate, CBS Corp menawarkan jasa pengembangan perangkat lunak dan sistem Informasi. Proses bisnis yang menjadi case dari sistem informasi ini kebetulan adalah akuntansi, keuangan dan penganggaran. Itulah seababnya proyek ini dinamakan FAST yang diambil dari kepanjangan proses bisnis yang dimaksud, yakni Finance and Accounting Supporting Tool. FAST sendiri dibangun berbasiskan web based appliaction yang artinya aplikasi ini bersifat client server dan pengguna dapat menjalankan serta melakukan pengolahan data dengan cukup membuka aplikasi via web browser, seperti layaknya membuka sebuah website atau blog. FAST akan segera diluncurkan pada bulan Mei 2012, dengan pengembangan fitur sudah berakhir, secara fungsionalitas. Sedangkan pengembangan untuk model optimasi, pengubahan dan perbaikan, tetap dilakukan sejalan dengan proses bisnis yang berjalan.

Rabu, 09 Februari 2011

Finishing Sistem Informasi Pembelian (Part 1)

Sebelum membaca artikel ini silakan baca Posting Sebelumnya. :)
Alhamdulillah, setelah berkutat cukup lama pada prototype sistem, akhirnya Sistem Informasi yang didesin parsial (pemebelian) ini, sudah cukp matang dan mantap digunakan. Berbagai fitur-fitur tambahan guna "mempercantik" aplikasi sudah disisipkan dalam aplikasi sehingga, aplikasi seolah-olah dapat "berinteraksi" dengan penggunanya. Adapun selama pembangunan sistem dari prototypenya, ditemukan hal-hal baru yang dapat memperluas fungsi aplikasi ini. Beberapa fitur tambahan banyak terjadi pada interface listing. Mulanya listing ini hanya dapat menangani proses menampilkan data yang sudah diinput tanpa adanya manfaat tambahan di dalamnya. Akhirnya dalam listing ini ditambahkan fitur :
  • Ubah : Untuk mengubah data yang telah dimasukkan. Pengubahan data ini juga sampai menembus level primary key nya. Namun begitu, integritas data antar tabel masih tetap terjaga, dikarenakan tabel yang berkaitan dan dihubungkan dengan foreign key ini sudah dirancang dalam database agar terjadi update cascade, artinya jika data primary key di satu tabel di ubah, secara otomatis akan mengubah semua tabel yang memakai foreign key yang berhubungan degan tabel tersebut.

Kamis, 27 Januari 2011

Prototipe Sistem Informasi Pembelian

Melanjutkan bahasan yang lalu yang membahas tentang database pada sistem informasi pembelian, kali ini saya akan sedikit berbagi tentang aplikasi atau sistem yang telah saya bangun prototipenya. Prototipe ini saya rancang untuk memenuhi kebutuhan klien yang mengiginkan sistem pembeliannya terpisah dikarenakan divisi pembelian tidaklah sama dengan divisi pergudangan ataupun penjualan.

Proses bisnis pembelian menjadi sesuatu yang penting dan perlu difokuskan lebih matang, dikarenakan proses ini melibatkan sub proses-sub proses yang terkadang lebih rumit dan perlu adanya integritas, baik dari level data di DBMS sampai level user interface.

Pada proses pembelian ini, yang telah didasarkan pada database yang dirancang sedemikian rupa, maka, aplikasi ini akan menjalankan proses bisnis sebagai berikut.

Jumat, 24 Desember 2010

ER DIagram Purchasing

Perancangan Aplikasi dan atau sistem menghendaki adanya perancanga basis data atau lebih dikenal sebagai database. Dan menurut saya, perancangan database, adalah perancangan yang paling dasar dan harus benar. Mengapa? Banyak aplikasi susah untuk di maintenance terkait dengan data-data yang sedang dismpan. Oleh karena itu, perancangan basis data yang baik setidaknya dapat mengurangi bug maupun integritas data. Tabel-tabel dibuat senormal mungkin agar data tidak terjadi duplikasi maupun anomali. Benteng-benteng pertahanan aplikasi atau sistem pun sebaiknya dibuat pada level ini. Banyak sekali pembuat program hanya membentengi data tidak valid pada level user interface, ini sangat tidak bagus jika ada seseorang yang berhasil masuk ke level DBMS yang menyimpan data.

Berikut adalah Gambar ER(Entity Relationship) diagram dari aplikasi ataupun sistem informasi pembelian yang saya buat untuk memenuhi tugas besar SIA.

Sabtu, 07 November 2009

Suasana Kantor Google



Kantor, ya sebuah kantor sewajarnya didesain agar pekerjanya dapat bekerja seoptimal dan sekeras mungkin sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Namun, itu agaknya kurang berlaku di perusahaan raksasa IT, Google yang benar-benar memanjakan para karyawannya. Ini adalah gambar-gambar dari suasana kantor Google di Zurich Jerman dimana para pekerja sedang bersantai santai ria dan memanjakan diri di sebuah tempat layaknya taman bermain bagi orang dewasa. Andaikan saja kita bisa memiliki kantor nyaman dan mengasikkan seperti itu. Pastinya pada g kerja kali ya? haha...
"Suasana kantor nyaman dan menyenangkan, menurut kami adalah salah satu faktor dalam meningkatkan produktifitas para karyawan/ karyawati yang ada. Setuju atau tidak dengan asumsi kami??"

Senin, 24 Agustus 2009

Melihat Internet dari Sisi Lain

Online, internet, browsing, social networking, chating, download-upload adalah kata-kata yang tak asing bagi orang zaman sekarang yang begitu lekat dengan dunia maya atau internet. Sedemikian begitu canggihnya teknologi informasi sekarang sehingga manusia dibuat dan dimanjakan dalam mendapatkan informasi atau berinteraksi sosial dalam dunia maya. Ingin mencari berita tinggal cari cybernews. Ingin mendapatkan film atau lagu tinggal unduh di situs-situs seperti You Tube dan sebagainya. Ingin cari teman tinggal masuk jejaring sosial, facebook, friendster, My Space tinggal pilih. Bosan, ingin ngobrol tinggal pasang messenger di komputer. Ingin tenar buat blog, ingin dapat uang tinggal buat website dan jadi publisher. Sedemikian memanjakannya teknologi internet sehingga manusia benar-benar akan meraskan hidup di dua alam, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Dunia maya yang benar-benar digadang-gadang untuk mencari peruntungan dan kesenangan. Semapt anda mendengar lagu yang akrab bagi anda semuanya tentang budaya online sehingga dari bangun tidur sampai mau berangkat tidur lagi semuanya tak lepas dengan apa yang dinamakannya online. Cukup menggambarkan kebiasaan orang-orang yang memang difasilitasi dengan interconnected network ini baik di rumah, kos atau kantornya. Bahkan sudah menjadi wajar untuk selalu memerbarui status di jejaring sosial via telepon genggam yang memang ada fasilitas internet.

Ya, di atas memang cukup mewakili apa yang disebut budaya online bagi sebagian kalangan yang memang sudah kenal dengan internet. Memang begitu sangat bermanfaat sekali apalagi bagi kalangan terpelajar, mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan di luar kelas. Begitu kita memasuki rimba maya, tentunya kita merasa semakin bodoh karena begitu terbatasnya pengetahuan yang kita miliki selama ini. Inilah yang sedang dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia dalam menunjukkan eksitensinya di dunia teknologi informasi. Menurut beberapa survey yang dilakukan memang pekerja teknologi informasi Indonesia sangat diminati oleh perusahaaan manca negara. sebagai negara besar di Asia, Indonesia berpotensi memiliki tenaga ahli di bidang teknologi informasi yang handal setelah India dan Timur Tengah. India memang memiliki sertifikasi yang baik di bidang teknologi informasi sehingga beberapa perguruan tinggi Indonesia mengambil kurukulum dari negara ini untuk mendapat sertifikasi yang diakui secara internasional. Dan kita juga berharap Indonesia yang selama ini mengekspor tenaga kerja pembantu rumah tangga akan beralih menjadi pengekspor tenaga teknologi informasi yang andal.

Lepas dari semua keuntungan yang kita dapatkan baik dari sisi konsumen maupun produsen, kita juga harus mewaspadai efek samping dari kemudahan berinternet ini. Sebenarnya internet mendukung proses globalisasi dimana suatu negara dengan negara lain tidak memiliki batas yang jelas secara fisik tetapi masih dapat melakukan interaksi, proses transaksi dan sebagainya. Arus informasi yang sedemikian derasnya mengalir dari suatu negara ke negara lain tentunya akan menyebabkan pergeseran nilai-nilai yang ada pada suatu negara tersebut. Contoh sederhana adalah pornografi. Pernahkah anda berpikir bagaimana imbas pornografi yang datangnya dari luar sana sehingga benar-benar meracuni pemuda-pemudi Indonesia? Dulu tidak ada namanya warnet tertutup. Sekarang warnet dengan fasilitas khusus sehingga apa yang dia buka di internet bisa dia nikmati secara personal. Terkadang memang ada warnet yang menyediakan khusus untuk melakukan (maaf) intim. Huh, benar-benar sudah rusak budaya timur ini di Indonesia. Apakah sedemikian hebatnya efek samping globalisasi via internet ini sehingga sebuah survey menarik kesimpulan bahwa situs yang paling banyak dan sering dikunjugi nomor satu di Indonesia adalah situs pornografi (tidak disebutkan alamatnya) Benar-benar memprihatinkan.

Tidak hanya itu, internet juga dimanfaatkan oleh para orang-orang pintar tetapi dalam tanda kutip tidak bermoral! Kenapa bisa? Pernahkah anda mendengar seorang hacker Indonesia tertangkap di Singapura karena berusaha membobol jaringan keuangan di suatu perusahaan? Hem, ternyata ilmu yang tidak dilandasi dengan agama benar-benar buta. Atau hanya sekedar iseng untuk membobol password akun orang lain, tentunya sudah melanggar hukum dan ketentuan yang sudah diatur dalam legacy dan policy suatu produk.

Di atas adalah efek negatif dari internet jika kita melihat secara moralitas. Ternyata, ada efek lain jika melihat dari sisi psikologis. Orang yang sering menghabiskan waktunya di depan komputer untuk selalu terhubung dengan internet cenderung seperti autis. Mereka merasa memiliki dunia sendiri di dunia maya. Tak jarang orang-orang ini lebih suka melakukan chating daripada berkomunikasi langsung dengan orang lain. Mereka juga lebih suka menghabiskan waktu untuk bermain game online daripada kumpul bersama teman-temannya. Mereka juga lebih suka menonton sendiri apa yang mereka unduh dari internet daripada menonton bersama-sama.

Selain itu, ada efek yang patut kita perhatikan selanjutnya yaitu efek kesehatan. Orang yang berlama-lama di depan komputer dan sangat merasa asik karenanya dapat mendapat gangguan mata yang serius. Bukan hanya karena radiasi dari monitor, tetapi fokus mata merupakan kesalahan dalam memandang benda beradiasi. Tulang-tulang yang digunakan untuk menyangga berat badan selama duduk fokus dan jarang bergerak akan mengalami kerapuhan dan nyeri beberapa saat kemudian dan bahkan berkepanjangan. Selain itu fungsi beberapa hormon diprediksi akan mengalami penurunan. Dan ada fakta ilmiah menarik yang saya baca dari penelitian di salah satu lembaga kesehatan di Amerika Serikat yaitu facebook(salah satu jejaring sosial) dapat menyebabkan penyakit jantung.

Terlepas dari benar tidaknya riset-riset tersebut, kita sebaiknya juga mengantisipasi serta memanfaatkan internet seoptimal mungkin. Memanfaatkan seoptimal mungkin juga berarti mengetahui apa-apa yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut sehingga kita dapat meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan. Sekali lagi, teknologi memang membuat kita semakin mudah, semakin nyaman, serta semakin lebih menikmati hidup, tetapi secanggih apapun teknologi tentunya memiliki efek samping ke arah negatif yang semakin menjauhkan manusia dari sifat kemanuisaannya.

Entri ini hanyalah opini, sesungguhnya perbedaan itu anugerah...,wallahu alam bissawwab

Rabu, 17 Juni 2009

Employee or Entrepreneur? ("Em o En")

Sumber : http://trabzongg.org
Pernah suatu ketika saya mengobrol dengan seorang mahasiswa jurusan teknik seperti saya saat makan malam di suatu warung nasi. Dia bercerita bahwa dalam waktu dekat ia akan melaksanakan gladi di suatu perusahaan. Saya senang mendengarnya dan kemudian saya bertanya kepadanya. "Ehm, setelah mengikuti gladi tersebut, apa yang kamu harapkan?" Dia menjawab dengan penuh harapan "Ya semoga saja saya bisa diterima di perusahaaan X dengan mudah kemudian bekerja di situ sebagai pegawai dengan penghasilan tinggi". Ya, mungkin terdengar sebagai ucapan realistis bagi seorang mahasiswa dan mungkin itu kata-kata default dari sebagian besar mahasiswa.

Ehm, dari cerita di atas tadi mungkin dapat kita tangkap sebuah pelajaran bahwa mahasiswa Indonesia saat ini hanya ingin mengejar suatu mimpi menjadi seorang pegawai. Salahkah? TIDAK! Menurut saya. Asumsikan jika seorang mahasiswa yang baru lulus kemudian dia langsung mendapat pekerjaan setelah mereka melamar. Alangkah senangnya mendapat gaji yang pertama. Sekilas terlihat sangat menyenangkan jika hal seperti di atas terjadi pada setiap mahasiswa termasuk saya. Mendapat gaji pertama, fasilitas, asuransi dan lain sebagainya. Dengan modal pikiran dan kerja keras tak ayal kita mendapatkan itu semua dengan mudah.

Namun, apakah sebagai seorang yang sudah menghabiskan waktu lebih dari 3 tahun untuk belajar di bangku perkuliahan dan mendapatkan ilmu yang sudah lebih dari ilmu yang dipakai di dunia kerja hanya bisa menolong dirinya dari jeratan masa depan suram? Bagaimana dengan orang lain? Orang sekitar kita? Masa bodohkah? Mereka tidak membantu saya, haruskah saya membantu mereka? Pertanyaan yang sulit?
Era globalisasi ini menuntut kita semua sebagai kaum cendekia muda untuk menerapkan "One Win All Win". Mungkin tidak sepenuhnya benar jika kita dipaksa untuk bersaing dan saling sikut demi memenangkan kompetisi. "One Win All Win" berarti kita berusaha untuk membagi apa yang kita raih entah itu ilmu, kesempatan atau harta kepada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan. Bagaimana caranya?

Ubah paradigma! Pandangan ke depan sebagian besar mahasiswa Indonesia adalah menjadi "Em" atau employee. Sudah cukup puas jika sudah mendapatkan gaji dari apa yang mereka kerjakan sebagai pegawai. Bahkan naik jabatan adalah cita-cita wajar jika prestasi kerja memiliki nilai 10. Paradigma ini adalah paradigma yang tidak keliru tetapi memiliki dampak yang cukup besar. Bayangkan tiap tahun Indonesia harus menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang begitu banyaknya dan tidak mendapatkan profesi hanya karena mereka kalah bersaing dengan yang lain. Angka pengangguran meningkat, bukan tak mungkin.

Pandangan yang perlu ditanamkan kepada mahasiswa Indonesia setelah lulus adalah menjadi "En" atau entrepreneur. Tunggu dulu, entrepreneur tidak harus memiliki modal besar kemudian mendirikan perusahaan dan bisa meyerap tenaga kerja. Adalah salah jika anda memandang sempit seperti itu. Jiwa entrepreneur tidak harus terhambat oleh masalah modal. Ambil contoh. Seorang yang sudah memiliki pekerjaan tetap di suatu perusahaan kemungkinan akan memiliki pendapatan lebih dan akan sisa setelah dikurangi kebutuhannya. Sisa inilah yang harus dimanfaatkan optimal sebagai sebuah peluang bagi seorang bermental pengusaha. Seorang pengusaha tidak memandang jumlah kecil pada modal untuk membangun usahanya. Tilik kisah seorang Bill Gates yang mampu mendirikan perusahaan raksasa hanya dengan modal kecil pinjaman temannya, karena pamannya sendiri tidak meminjaminya karena alasan ketidakjelasan masa depan perusahaan. Contoh lain yang mungkin bisa dilakukan adalah seperti yang membuat suatu grup untuk membangu sebuah proyek. Kumpulan mahasiswa yang intelek adalah modal yang lebih besar dari uang. Bahkan perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat sering memakai jasa mahasiswa-mahasiswa dalam pembangunan proyek yang berasal dari perguruan tinggi selain mereka memiliki tim dari perusahaan. Bagaimana dengan Indonesia? Peluang bagus jika mereka memiliki ide lebih kreatif dibandingkan orang dalam perusahaan. Ini memungkinkan juga suatu proyek dibangun dengan melibatkan masyarakat sekitar dan hal ini berdampak kepada penyerapan tenaga kerja.

Tidak usah terlalu jauh, entrepreneurship tidak harus sedemikian rumitnya. Ilmu yang kita dapat selama perkuliahan dapat kita bagi kepada orang lain, orang yang membutuhkan ilmu tersebut dalam terapan kerja. Dengan mengadakan kursus dan kepelatihan kepada mereka sudah merupakan cakupan entrepreneurship juga. Bayangkan jika seorang lulusan perguruan tinggi di samping aktivitasnya sebagai pegawai dia juga mengadakan usaha yang menyerap tenaga kerja 10 orang. Jika sebagian besar lulusan mahasiswa seperti itu, mungkin angka pengangguran turun tajam bukan suatu mimpi di siang bolong.

Itu semua hanya sebagian kecil contoh untuk membangun Entrepreneurship. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah para lulusan perguruan tinggi yang berstatus "Job seeker" menjadi "Job Creator". Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat ini memang menuntut setiap individu untuk saling sikut untuk berebut kesuksesan. Tapi, sebagai insan yang masih memiliki nurani untuk saling menolong, "One Win All Win" adalah pernyataan yang tepat bagi mereka yang masih bisa tergugah hatinya untuk tidak melupakan sekitar dan meraih kesuksesan bersama.
Semoga bermanfaat.
(Sesungguhnya perbedaan pendapat itu rahmat)

Jumat, 19 Desember 2008

Perkembangan IT di Indonesia

Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkem-bangan teknologi informasi memper-lihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti e-government, e- commerce, e-education, e-medicine, e-e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
Pendahuluan
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global.
Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan, berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e
seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Evolusi Ekonomi Global
Sampai dua ratus tahun yang lalu ekonomi dunia bersifat agraris dimana salah satu ciri utamanya adalah tanah merupakan faktor produksi yang paling dominan. Sesudah terjadi revolusi industri, dengan ditemukannya mesin uap, ekonomi global ber-evolusi ke arah ekonomi industri dengan ciri utamanya adalah modal sebagai faktor produksi yang paling penting. Menjelang peralihan abad sekarang inl, cenderung manusia menduduki tempat sentral dalam proses produksi, karena tahap ekonomi yang sedang kita masuki ini berdasar pada pengetahuan (knowledge based) dan berfokus pada informasi (information focused). Dalam hal ini telekomunikasi dan informatika memegang peranan sebagai teknologi kunci (enabler technology).
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.
Apapun namanya, dalam era informasi, jarak fisik atau jarak geografis tidak lagi menjadi faktor dalam hubungan antar manusia atau antar lembaga usaha, sehingga jagad ini menjadi suatu dusun semesta atau “Global village‿. Sehingga sering kita dengar istilah “jarak sudah mati” atau “distance is dead” makin lama makin nyata kebenarannya.
Peran Teknologi Informasi
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :
Bidang pendidikan(e-education).
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning‿. Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.
Bishop G. (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible), terbuka, dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.
Mason R. (1994) berpendapat bahwa pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukannya gedung sekolah. Namun, teknologi tetap akan memperlebar jurang antara di kaya dan si miskin.
Tony Bates (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti yang sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.
Alisjahbana I. (1966) mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “Saat itu juga (Just on Time)‿. Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif, dan inter-disipliner.
Romiszowski & Mason (1996) memprediksi penggunaan “Computer-based Multimedia Communication (CMC)‿ yang bersifat sinkron dan asinkron.
Dari ramalan dan pandangan para cendikiawan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi, pendidikan masa mendatang akan lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multidisipliner, serta terkait pada produktivitas kerja “saat itu juga‿ dan kompetitif.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
- Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.
- Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan
- Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
- Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.
Faktor utama dalam distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara di atas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administrasi juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.
Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut: (1) Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya. (2) Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya. (3) Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya. (4) Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quis singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning (5) Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database. (6) Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.
Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware, maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material. Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.
Dalam era global, penawaran beasiswa muncul di internet. Bagi sebagian besar mahasiswa di dunia, uang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang terbaik umumnya masih dirasakan mahal. Amat disayangkan apabila ada mahasiswa yang pandai di kelasnya tidak dapat meneruskan sekolah hanya karena tidak mampu membayar uang kuliah. Informasi beasiswa merupakan kunci keberhasilan dapat me no long mahasiswa yang berpotensi tersebut.
Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government).
Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain: (1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor. Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. (2) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. (3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. (4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Bagi Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja.
Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on- line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan strategis dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi paradigma baru dengan upaya peningkatan kinerja birokrasi serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). Hal terpenting yang harus dicermati adalah sektor pemerintah merupakan pendorong serta fasilitator dalam keberhasilan berbagai kegiatan pembangunan, oleh karena itu keberhasilan pembangunan harus didukung oleh kecepatan arus data dan informasi antar instansi agar terjadi keterpaduan sistem antara pemerintah dengan pihak penggunan lainnya. Upaya percepatan penerapan e- Government, masih menemui kendala karena saat ini belum semua daerah menyelenggarakannya. Apalagi masih ada anggapan e-Government hanya membuat web site saja sosialisasinya tidak terlaksana dengan optimal. Namun berdasarkan Inpres, pembangunan sistem informasi pemerintahan terpadu ini akan terealisasi sampai tahun 2005 mendatang. Kendati demikian yang terpenting adalah menghapus opini salah yang menganggap penerapan e-Government ini sebagai sebuah proyek, padahal merupakan sebuah sistem yang akan memadukan subsistem yang tersebar di seluruh daerah dan departemen.
Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern.
Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan.
Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya.
Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka kepada pelanggan mereka.
Program pengembangan sistem informasi di Indonesia
Program pengembanan sistem informasi (program 16.6.01) dimaksudkan untuk mengembangkan sistem informasi yang diperlukan untuk meningkatkan masuknya informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia internasional, memperlancar pertukaran dan penyebaran informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan sistem perencanaan, pengelolaan, pemantauan kegiatan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk melakukan kajian, penelitian, penerapan penguasaan dibidang teknologi informasi selama kurun waktu tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001 dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel di bawah memperlihatkan APBN (rupiah murni) untuk program pengembangan sistem informasi, tahun anggaran 1997/1998 sampai 2001
Tabel. APBN untuk pengembangan sistem informasi tahun 1997/1998 sampai 2001
No Tahun Anggaran Anggaran (jutaan rupiah)
1 1997/1998 28.235
2 1998/1999 32.622
3 1999/2000 24.538
4 2000 52.236
5 2001 30.956
Penutup
Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Diperlukan suatu kerangka teknologi informasi nasional yang akan mewujudkan masyarakat Indonesia siap menghadapi AFTA 2003 yang dapat menyediakan akses universal terhadap informasi kepada masyarakat luas secara adil dan merata, meningkatkan koordinasi dan pendayagunaan informasi secara optimal, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia, meningkatkan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi, termasuk penerapan peraturan perundang-undangan yang mendukungnya; mendorong pertumbuhan ekonomi dengan pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi.
Akhirnya, era perdagangan bebas Asean benar-benar berlaku yang kita kenal dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) resmi berlaku di tahun 2003 ini. Inilah salah satu kenyataan globalisasi perekonomian dunia yang nyata. Integrasi perekonomian nasional dengan perekonomian regional/global seperti AFTA, APEC, WTO/GATT memang tidak bisa dihindari. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, kenyataan integrasi perekonomian dunia ini memang harus dihadapi.
Pustaka