Halaman

Tampilkan postingan dengan label Topik Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Topik Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Oktober 2017

Alam, Supervisor Manusia Menuju Tuhan I

Sumber : https://cdn.brilio.net
Setelah naik kelas ke kelas 2 SMA (tahun 2006), saya mendapati sebuah keadaan dimana saya harus memilih jurusan (meski tidak sepenuhnya bisa memilih, karena terkait dengan nilai). Ada 2 jurusan yang disediakan waktu itu IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) atau IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Sebenarnya pilihan ini tidaklah rumit untuk saya, karena saya merasa berkompeten untuk masuk jurusan IPA, berminat dan tentu saja dikarenakan faktor merasa lebih "bergengsi"-nya IPA di mata para siswa kebanyakan. 

Memasuki jurusan dan pengetahuan baru tentang alam dan semestanya, tentunya sangatlah menarik dan meyenangkan menurut saya. Karena alam adalah suatu desain kompleks yang seakan-akan sudah dirancang dengan suatu ukuran, rasio, pertimbangan dan keseimbangan yang luar biasa. Hasilnya? Sederhana tetapi elegan. Kompleks tetapi tidak membingungkan. Dinamis tetapi terukur. Teliti dan sangat cermat kalkulasinya. Maka tak salah, matematika juga menjadi "teman" sejati bagi ilmu dan pengetahuan tentang alam.

Saya tak akan bahas satu per satu mata pelajaran yang hadir di sana, tetapi saya akan langsung short cut saja ke bagian yang sangat menggelitik dalam metode pembelajaran ilmu dan pengetahuan alam ke siswa saat itu, (jujur saja, saya tidak tahu untuk saat ini, karena saya bukan pemerhati pendidikan, hehe). Saat itu (Ibu) guru (kimia) saya menjelaskan berbagai macam model atom dari atom model Dalton, Rutherford sampai Bohr, yang kesemuanya secara ringkasnya adalah membagi susunan atom menjadi bagian-bagian yang lebih kecil darinya. Namun, bukan masalah model atom yang akan saya bahas di sini, melainkan bagaimana sesuatu yang bernama atom tersebut yang boleh dibilang unit terkecil dari suatu materi tidak menyinggung sama sekali keberadaan Tuhan. Bahkan saya waktu itu berharap guru saya menyinggung sedikit tentang "keberadaan" Tuhan di sana. Why Tuhan ? Mengapa saya bisa terlintas kata "Tuhan" waktu itu.

Saya akan mengkesampingkan Islam (dalam konteks agama) dalam eksplorasi saya pada sesuatu ini. Kembali ke pertanyaan "Why Tuhan ?". Jawaban sederhananya adalah apabila sesuatu yang sangat besar dan (sudah disepakati) makin membesar tiap satuan waktunya yang dinamakan alam semesta, atau jagad raya ini sangatlah sukar diukur, dan kita hanya berasumsi atas dasar formula dan teori -- tidak bisa makin mendekatkan sesuatu yang "menguasainya", kita boleh saja memakai sesuatu yang makin kecil, komponen terkecil dari segala materi untuk menemukan sejatinya, apakah materi itu, dan lebih jauh lagi, siapa di balik layar atas keberadaan materi itu? Dan "Siapa" di sini, tentunya bagi orang yang menautkan segala sesuatu yang di luar jangkauan kepengetahuannya alias iman, mempercayai ada suatu komponen dari bagian terkecil dari materi tersebut yang tidak dapat diobservasi dan dieksplorasi lebih jauh lagi karena keterbatasan ilmu pengetahuan (mungkin sudah mentok), tetapi ADA.

Saya tidak akan berbicara mengenai Higgs Boson atau dalam bahasa media disebut dengan partikel Tuhan, karena keberadaan partikel ini juga selalu ada kontra argumennya, dan ini hanyalah akan menguras pemikiran untuk ajang perdebatan yang membuat kita menjauhi hikmah yang disediakan di sana.

Minggu, 15 Maret 2015

Generasi Rabbani (1)

www.english.globalarabnetwork.com
Saya adalah seorang koruptor negara, uang bukan tempatnya masuk ke dalam rekening bukanlah suatu yang asing dan sukar. Ketika ada yang memergoki tinggal saja saya suap agar yang bersangkutan diam. So simple. Rakyat? Masa bodoh. Ini sebuah kesenangan yang saya capai. Bahkan sampai sekarang, tak ada seorangpun pernah bisa menjawab pertanyaan saya. Beri satu alasan paling logis agar saya berhenti untuk melakukan korupsi. Beri satu alasan paling logis bahwa korupsi itu kejahatan.

S: Anda akan ditangkap oleh lembaga peradilan.
R: Saya korupsi tidak pernah tanggung-tanggung, saya suap saja mereka, itu perkara mudah, urusan selesai.
S: Itu uang rakyat, tidakkah Anda tahu itu merugikan rakyat.
R: Jika saya jawab korupsi menguntungkan saya, mengapa tidak? Rakyat adalah rakyat, saya adalah saya, jangan campurkan kesenangan saya dengan mereka.
S: Anda tidak akan bahagia dengan uang itu.
R: Tidak bahagia bagaimana? Saya memiliki rumah bagus, kendaraan mewah, asuransi kesehatan dan pendidikan terjamin, saya bisa bertamasya ke manapun saya suka. Saya sudah memperhitungkan semua nilai aset hidup saya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Bekerja Bukan untuk Pensiun

http://thewardrobedoor.com/
Salam untuk kita semua, di manapun sahabat readers berada. Postingan kali ini saya tulis berkenaan dengan suatu tragedi yang saya alami, hmm, iya bisa saya bilang tragedi, jika menurut saya itu bukan hiperbola alias lebay. Hehe. Ya, malam itu, ponsel saya bergetar tanda ada sms masuk dan kulihat nama adik saya di layar ponsel. Mungkin, isi pesan yang sudah biasa, sudah makan, shalat, sedang apa dan sejenisnya yang sebenarnya itu pertanyaan dari Ibunda tercinta di kampung halaman. Namun kali ini, pesan yang saya baca malam itu berbeda dengan pesan-pesan biasanya.

Malam itu seketika mood saya goncang sesaat setelah membaca sms yang ternyata berasal dari adik saya yang isinya adalah Ibu saya menyuruh saya untuk daftar CPNS online, apabila saya tidak menuruti maka Ibu saya akan marah. Ya, begitulah kira-kira isinya. Pertama saya sedikit tidak menganggap serius, dengan aksi berikutnya saya hanya membalas pesan itu dengan suatu pesan yang tidak mengarah ke sana. Namun, balasan sms yang kudapat adalah "bagaimana? Jadi kan untuk daftar?".

Jumat, 24 Januari 2014

Cinta (Mahabbah)

http://my.opera.com
Cinta, ya, pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan postingan saya sebelumnya, mengenai  kehidupan sufi di era modern. Kali ini, saya mencoba membagi apa yang saya diketahui tentang cinta. Cinta yang saya maksud di sini adalah cinta yang dalam bahasa arab adalah mahabbah. Seperti kita ketahui bersama, cinta, adalah sebuah kata yang sangat indah dan tentunya memberikan berbagai problematika, kesenangan, dinamika dan apapun yang ada di hati ini. Pemuda-pemudi berbondong-bondong menyambut perasaan yang mereka sangka atau anggap sebagai cinta. Nah, apakah cinta itu? Apakah layaknya sebuah kerinduan antar lawan jenis, hasrat untuk memiliki dan sebagainya? Pada entri ini, yang saya bahas adalah sebuah cinta dimana cinta ini adalah cinta yang berada di atas segala-galanya cinta. Cinta yang tak akan bertepuk sebelah tangan dan cinta yang sebenar-benarnya cinta. Ya. Mencintai-Nya. Sebuah verba yang sungguh amat sangat menarik untuk terbahas dalam lingkup tasawuf yang murni dan jernih bagai khamr di dalam kristal.

Sabtu, 16 November 2013

Memaknai Idul Fitri

sumber : http://www.aingindra.com
Mungkin entri kali ini tidak tepat dengan suasana timeline, jauh dari hari peringatannya. Namun, di blog ini saya hanya ingin sedikit berbagi dengan rekan pembaca sekalian tentang memaknai idul fitri sebagai salah satu hari raya umat Islam yang diperingati setelah satu bulan penuh sebelumnya umat muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Berbicara mengenai Idul Fitri, maka kata-kata yang langsung muncul di benak kita semuanya antara lain; hari raya, kemenangan, suci, fitrah, terlahir kembali, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin. Dan saya pada kesempatan kali ini, gunakan frase kata yang terakhir untuk memohon maaf lahir batin, apabila dalam entri-entri blog ini banyak mengandung salah, khilaf dan kekurangan.

Baiklah, kembali ke topik, bagi saya Idul Fitri tak sebatas hanya memperindah dan menghias diri, memposisikan diri sebagai pemenang sesungguhnya, dan merasa kembali suci jiwa. Pendapat saya ini boleh dikomentari, tetapi saya sendiri pun belum pernah menemukan sumber baik Qur'an maupun As Sunnah yang menyebutkan bahwa Idul Fitri adalah hari raya kemenangan, hari raya fitrah bahkan hari raya suci. Saya sering mendengarkan dari para ustadz, khatib, da'i yang bila saya cermati, mereka pun tidak menyebutkan secara jelas dalilnya dari mana. Apalagi ditambah dengan beberapa lantunan lagu, kalimat-kalimat di promosi produk baik di media cetak maupun elektronik, yang menyebutkan Idul Fitri sebagai hari raya kemenangan atau hari raya suci.
Minal aidin wal faidzin. Lantas, menurut penulis, apa arti Idul Fitri sesungguhnya?

Sabtu, 13 April 2013

Pohon Cinta

http://www.hdwallpaperspk.com
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata,
“Cinta itu laksana pohon di dalam hati. 
Akarnya adalah ketundukan kepada kekasih yang dicintai, 
batangnya adalah mengetahuiNya, 
rantingnya adalah ketakutan kepadaNya, 
daun-daunnya adalah malu kepadaNya, 
buahnya adalah ketaatan kepadaNya, 
dan air yang menghidupinya adalah menyebut namaNya. 
Jika di dalam cinta ada satu bagian yang kosong, berarti cinta itu berkurang.”

Rabu, 19 September 2012

Rezeki? Sudah Ada Yang Mengatur

Sumber :  http://gifts4women.org/
Judul postingan ini adalah ungkapan yang sering kita dengar di kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan nuansa krisis ekonomi, krisis global, krisis energi dan krisis-krisis lainnya hingga krisis kepercayaan, masalah rezeki menjadi barang yang sensitif untuk diperbincangkan. Namun, di sisi lain, rezeki menjadi topik yang laris manis dibahas oleh motivator-motivator ternama di negeri ini, dari how hingga why. Mungkin ini sudah menjadi rezeki mereka juga kali ya? Baiklah, kembali ke topik, penulis tidak akan membahas rezeki mereka, toh sudah ada Yang mengatur. Nah lagi-lagi kalimat ini muncul kan? Baiklah, tak apa, memang ini yang sedang penulis ulas kali ini dengan sedikit bumbu pengetahuan dan pengalaman yang secuil, semoga melengkapi postingan ini menjadi postingan yang bermanfaat. Aamiin.

Turun dari Sang pencipta, Allah SWT, di-deliver oleh Malaikat Mikail menuju ke client (manusia), itulah rezeki yang penulis maksud di sini agar ke depannya, dalam membaca postingan ini, tidak salah persepsi. Dari pandangan demikian, jelas sudah bahwa rezeki itu "turun" dari Sang Pencipta, bukan kebetulan semata atau murni dari kerja keras manusia. Pernyataan ini tidak serta merta membenarkan jabariyah yang kelewatan, tetapi lebih mencenderungkan pemikirian kita agar lebih tauhid orientation. Percaya bahwa, ada Dzat Maha Kaya yang lebih berkehendak membagikan kekayaan-Nya dan mendistribusikannya sesuai dengan sifat Maha Cerdas-Nya.

Senin, 13 Agustus 2012

Menjalani Kehidupan Sufi di Era Modern I

Sumber : http://www.asritadda.com
Judul di atas terlalu muluk-muluk untuk seorang penulis yang notabene adalah bukan manusia pendakwah ulung apalagi dipanggil ustadz. Ya, ini hanya tulisan berbagi bagaimana penulis sedang dan ingin berjuang untuk lebih "sufi" dan memperbanyak ilmu tasawufnya, yang boleh dikata ilmu ini hanya dapat diterapkan oleh orang-orang dengan spiritualitas islami yang tinggi. Sedangkan penulis di sini pun belum mencapai derajat seperti itu, lha kok berani-beraninya posting tulisan seperti ini. Namun, ada keuntungan dengan cara berpikir dan cara belajar dengan orang-orang yang mungkin bisa dibilang "selevel", yakni bisa berbagi pengalaman, berbagi pemikiran dan pandangan bagaimana ilmu tasawuf ini teraplikasikan di kehidupan yang serba kompleks dan canggih seperti ini.

Baiklah, berbagi pengalaman saja, penulis tak ubahnya seperti orang-orang biasa dan awam sekali dengan ilmu yang dipakai oleh ulama-ulama yang disebut-sebut sebagai sufi ini. Penulis mulai mendekat dan memulai perjuangan yang bisa dikata cukup terlambat, tetapi penulis berkeyakinan bahwa sesuatu yang akan diusahakan, Insya Allah akan ada manfaat dan hasilnya. Di sini akan dibagikan beberapa pemikiran dan pandangan penulis setelah dia mencoba memaknai sedikit demi sedikit mutiara-mutiara Al Hikam (Al Ata'iyyah; untuk membedakan Hikam-Hikam lainnya), salah satu karya fenomenal tasawuf karangan Ibnu Athaillah As Sakandari (659-709 H). Beliau adalah keturunan Arab dan mengusahakan karyanya di kairo Mesir yang sekarang sedang berusaha dipahami oleh penulis, keturunan Indonesia tulen dan sedang tinggal di Bandung,(nggak penting) hehehe. Buku beraliran sama juga sedang dicoba untuk dipelajari secara hati-hati oleh penulis, yakni "Menuju Jalan-Jalan Langit" karya Salahuddin At Tijani, meski hingga detik ini butuh reply berkali-kali untuk membacanya, agar makna yang saling tersambung tidaklah terputus dan tidak terjadi salah tafsir.

Sabtu, 05 Mei 2012

Who Am I? Al Fatihah Menjawab


Dari sebagian kita, dan mungkin sebagian besar kita sudah sangat hafal dengan bacaan Al Fatihah. Ya, surah pembuka Al Quran, sekaligus surah yang wajib dibaca di setiap shalat, entah shalat wajib maupun sunnah, tentunya menjadi surah yang sudah sedari kecil diajarkan. Surah Al Fatihah menjadi bacaan yang sering dipakai dalam berbagai hal, baik membuka majelis, menutup doa dan sebagainya.

Dalam kesempatan posting kali ini, penulis ingin menyampaikan sesuatu tentang isi kandungan Al Fatihah. Namun, rekan pembaca boleh saja memberikan tanggapan, karena penulis sendiri bukanlah ustadz maupun kyai yang memiliki ilmu agama yang sangat dalam. Namun, penulis juga berusaha untuk mempelajari lebih dalam, dan tabligh sebagai salah satu sifat wajib rasul, dan kita sebagai umatnya juga dituntut mengamalkannya. Benar kan.

Baiklah, judul "Who am I? Al Fatihah Menjawab" sebenarnya sudah sangat lama esensinya diketahui oleh sebagian umat muslim. Saya pun juga pernah mendengarannya. Mungkin menjadi lebih baik, jika menjadi pengingat di antara kita yang terus diulang-ulang. Pertanyaan "Who am I ?" menjadi pertanyaan klasik dari setiap manusia yang belum bisa lepas dari fitrahnya, yakni berakal. Setiap manusia berpikir, siapa saya, dimanakah saya saat ini, mengapa saya di sini, apa yang harus saya lakukan, mengapa saya harus melakukan itu dan bagaimana caranya. Pertanyaan itu akan menjadi sebuah retorika kering, jika dijawab dengan rasionalitas dan logika akal manusia biasa. Tentunya, jika ketika saya bertanya, siapa anda, mungkin anda memiliki jawaban bervariasi. Variasi yang disebabkan dari berbagai sudut, entah dari sudut profesi, sudut peran di masyarakat, sudut keturunan dan lain sebagainya. Namun dalam Ummul Quran atau kita sering menyebutnya Al Fatihah ini, memiliki jawaban universal, yang mungkin memuaskan kita semua yang sedang hidup di dimensi fana ini. Baiklah langsung saja.

Jumat, 29 Oktober 2010

Instant Reply

Sedekah agar bersyukur, sedekah untuk saling mengasihi, sedekah untuk saling menyayangi, dan sedekah agar semua kita di dunia ini dapat menciptakan kebahagiaan lahir, ketenangan batin dan "surga" di dunia ini.....(Posting Sebelumnya)


Pengharapan Balasan
Saya tidak pernah memikirkan jikalau kita memberikan sesuatu yang dapat membantu orang-orang yang tidak mampu, kita akan mendapatkan balasan langsung di dunia ini. Esensi sedekah yang telah saya singgung pada posting sebelumnya, tidak sama sekali saya harap sebuah "materi pengganti" dari apa yang kita keluarkan untuk bersedekah. Lebih rinci, saya beranggapan sedekah adalah suatu bentuk dari kepedulian kepada sesama dimana posisi kita yang sedang "di atas" seharusnya dimanfaatkan untuk menjadi penolong sesama kita yang ada "di bawah".

Jumat, 08 Oktober 2010

Pandangan Saya Tentang Esensi Sedekah

Melanjutkan kisah saya yang hampir merasakan kebangkrutan, saya ingin bercerita dimana sebuah amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW akan dibalas secara kontan di dunia. Sering saya mendengar ceramah, khotbah dan tausyiah keagamaan mengenai amalan ini, yang tak lain dan tak bukan adalah sedekah atau shodaqoh. Saya merasakan betapa luar biasa amalan ini sehingga saya dapat selamat dari jurang kebangkrutan.

Saat itu, benar-benar hanya ada lembaran ribuan berserakan si meja belajar saya. Jumlahnya tak lebih dari 20 lembar dan setidaknya itu bisa menyelamatkan perut saya dua hari ke depan. Kebetulan bulan itu adalah bulan Ramadhan, sehingga saya merasa tidak perlu mengeluarkan rupiah untuk siang hari, apapun itu, cukup untuk sebelum shubuh dan setelah adzan maghrib.

Rabu, 06 Oktober 2010

Yesus Akan Kembali I

Yesus (Isa) (as), sebagaimana rasul-rasul lainnya, merupakan seorang hamba pilihan Allah yang diutus kepada umat manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar. Meskipun demikian, ada beberapa sifat Yesus (as) yang membedakan dari rasul-rasul lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah dia telah diangkat Allah dan akan kembali lagi ke bumi. 

Berbeda dengan yang diyakini oleh mayoritas manusia, Yesus (as) tidaklah wafat disalib dan dibunuh ataupun meninggal dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Qur'an memberitakan kepada kita bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya. Tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan peristiwa pembunuhan terhadapnya atau bahwa dia telah dibunuh, terlepas dari ayat yang menolak bahwa hal tersebut telah terjadi. Selain itu, Al-Qur'an membeberkan kepada kita beberapa peristiwa dari kehidupan Yesus (as) yang tidak pernah terjadi. Kemudian, kedatangannya yang kedua kali ke bumi merupakan suatu prasyarat akan terjadinya peristiwa-peristiwa ini. Tidak ada keraguan bahwa wahyu-wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an akan benar-benar terjadi. 

Sabtu, 02 Oktober 2010

Belajar dari Sejarah Islam I

Awal dan Kejayaan Islam
Islam, sebagai agama yang kita yakini kemurniannya. Agama yang terakhir datang sekaligus penyempurna ketauhidan akan Tuhan Yang Maha Esa. Agama yang menjadi Rahmatan Lil Alamin, rahmat semesta alam. Satu-satunya agama yang diridhoi dan diterima oleh Allah SWT. Agama yang sempurna dari segi manapun. Agama yang benar-benar bisa menjadi tolak ukur keberhasilan hidup manusia di dunia. Melihat sejarahnya yang berawal dari keterasingan sampai kejayaannya kita patut bangga sebagai umat Islam. Islam datang dengan dibawa oleh Rasulullah Muhammad Saw dalam keadaan asing ditengah-tengah kebodohan dan kegelapan bangsa Arab saat itu. Namun, berkat rahmat Allah, Islam bisa menjadi penerang bagi kegelapan umat manusia. dimulai dari dari bangsa Arab sampai akhirnya menjadi penerang bagi seluruh umat manusia di dunia ini.

Jumat, 23 Juli 2010

Pandanganku Tentang Belajar

Post ini aku tulis di sela-sela waktuku untuk mengkoding :D. Tak tahu mengapa aku tertarik dengan pernyataan seseorang(guruku), belajar adalah suatu proses dengan tujuan mencari hakikat Tuhan sebenarnya. Ini yang menyebabkan aku berpikir berulang kali mendefinisikan kata-kata itu. Namun akhirnya aku berhasil menemukan jawabannya dengan dibantu guruku tentunya, hehe.

Pernyataan-pernyataan para ustadz atau ahli2 agama cenderung menggurui, dan jujur saja, aku bukan tipe orang yang suka digurui, tapi bukan berarti membangkang. aku suka teladan dan sesuatu yang dapat aku resapi maknanya dengan indra dan hati ini serta sudah terimplementasikan. Berikut adalah beberapa kutipan dari nasehat lisan guruku.

Sederhana mungkin, belajar adalah suatu proses dengan tujuan mencari hakikat Tuhan sebenarnya. Coba kamu lihat, botol air mineral itu. bagi orang-orang yang tidak ingin belajar, mereka hanya mengangapnya sebagai sampah belaka. cobalah resapi arti botol itu. dari bentuknya saja dulu, mengapa botol air mineral bentuknya seperti itu? Unsur2 ergonomis kamu harus belajar. Mengapa isinya tidaklah penuh, kamu juga harus belajar. Saat kamu mengetahui bagaimana perusahaan yang membuat air mineral kemasan itu, mempertimbangkan berbagai aspeknya untuk meraih keuntungan.kamu lihat sisi produksi, pemasaran, keuangangan dan sebagainya, semuanya bersatu untuk membentuk apa yang kamu katakan sampah itu.

Dan tujuan. Saat kamu menemukan apa tujuan itu, maka ujung-ujungnya adalah Dzat yang Maha Tunggal. Saat kamu belajar teori pemasaran, tujuannya adalah memenangkan pasar dan meraup keuntungan. Apakah keuntungan yang sebanyak-banyaknya menjadi akhir dari tujuan itu? Tidak. pasar kemenangan sesungguhnya adalah pasar kasih sayang, atau rahman dan rahiim. saat produk itu benar-benar disayang oleh konsumennya dan memberikan kesejahteraan bagi konsumennya.

Saat kamu belajar teori kejadian alam semesta, maka tak lain dan tak bukan, kamu akan menemukan suatu titik di mana permulaan itu ada karena diciptakan. bukan perubahan dari sebelumnya. Kalau toh perubahan sebelumnya, maka siapa pendahulunya itu? siapa pendahulu dari pendahulunya itu? apakah ada habisnya? Aku tak begitu menguasai teori terjadinya alam semesta ini, tapi jika dirunut oleh orang-orang berakalpun, hasilnya pastilah sama.

Saat kamu belajar teori continuous improvement, yang merupakan energi bisnis dalam melakukan pembenahannya agar lebih baik. Teori itu dicetuskan baru-baru ini, tetapi berabad dulu sudah ada satu pernyataan; hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. (Hadits)

Saat kamu koding, coba berpikir, bagaimana logika dan aritmetika semuanya dipikirkan oleh otak cerdas. Namun apakah otak cerdas itu tiba-tiba ada? apakah:" miliyaran neuron yang ada di kepala dengan tersambung begitu rumit membentuk jaringan raksasa yang siap mengantarkan impuls dengan kecepatan lebih dari kecepatan supersonik, dan sinyal itu adalah incoding dari bentuk-bentuk berbagai gelombang (cahaya, suara)" terbentuk dengan ketidaksengajaan?? Maha Cerdas yang mengkreasikan ini semua.

Mungkin hakikat hidup sebenarnya adalah belajar. Semua belajar, semua berproses. Namun banyak tujuan yang tidak mengarah ke suatu kemenangan abadi.belajar adalah suatu proses dengan tujuan mencari hakikat Tuhan sebenarnya. aku berpikir, sebelum memikirkan esensinya aku harus tahu dulu apa yang ada di sekelilingku, yang bisa aku cerna dengan mudah. Memang, kata guruku: belajarlah bottom up, niscaya kamu melihat tanda-tanda dan keagunganNya, namun jika kamu berpikir up to down, kamu tidak akan melihat keindahanNya.

Sungguh pengalaman berharga, mungkin kamu juga melihat semuanya begiu indah dan merujuk pada satu makna, satu esensi dalam kehidupan ini. perilaku adalah barang mahal di dunia ini, itu juga jadi motivasiku untuk membenahi perilakuku selama ini. saat materi tiadalah cukup memenuhi kebutuhan di dunia ini, maka imanlah di sana harus kamu kedepankan. Saat kamu belajar, mengais ilmu bak menggapai bintang, kecerdasanmu berlipat-lipat, gelarmu sangat panjang, namun esensi ketika muncul pertanyaan untuk apakah ini semua, berarti belumlah cukup dirimu mencapai derajat keilmuanmu. Seorang doktor atau profesor sekalipun yang berhasil adalah saat dia berkata penemuanku ini benar-benar menambah imanku dan kebahagiaan orang-orang di sekelilingku.

Semua kata-kata di atas hanyalah cernaku atas nasehat dari guruku. Inti terpentingnya, bukan hanya belajar untuk hidup, tapi hidup itu untuk belajar. mari belajar, belajarlah sampai liang lahat menanti, esensi kebahagiaan ada di tujuan ilmumu, saat menemukan hal-hal yang mungkin tak terpikirkan orang lain dan mengubahnya menjadi kekuatan diri menuju kemenangan sejati (surga).

"..Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.." Q.S Al Imran: 190

Selasa, 18 Mei 2010

Sekedar Analogi Menuju Perubahan Lebih Baik

sumber : http://1.bp.blogspot.com
Sebenarnya ini hanya jawaban dari sekian banyak pertanyaan teman-teman sebelumnya. Rasanya sulit untuk mengatakan apa yang mendasari sesungguhnya. Berawal dari mimpi, yang kurang jelas. Tapi yang jelas, saya menemukan banyak hikmah di sisa-sisa n day[s] left. Satu alasan yang saya clue-kan, karena ada perubahan yang saya rasa ke arah lebih baik, dan tepat satu tahun (16 Mei 2010) hal tersebut telah berlalu. Mungkin ada yang mengingatnya saat itu.

15 days left...
Mengawali sesuatu itu berat, meski begitu perubahan itu tak akan terjadi kalau tak ada yang mengawali.
(Hukum 1 Newton, benda itu cenderung lembam (malas bergerak) tanpa adanya gaya (motivasi) atau bergerak tanpa akselarasi (monoton) (a=0, v konstan))

14 days left...
Kembali ke kesendirian. Hanya ada saya, saya dan saya. Apakah bisa hidup seperti itu. Sendiri, hanya benda mati yang menemani ~ sebuah keautisan.
(1 pangkat berapapun hasilnya 1, kesendirian tak akan menghasilkan perubahan besar)

13 days left...
Saat-saat tak berarti sama sekali. Saat orang tak menganggap Anda ada di sekitar anda. Ataupun Anda ada, tetapi anda tak bermakna di sana.
(bilangan berapapun pangkat 0 hasilnya 1 (kecuali 0), saat anda ataupun kelompok anda tak memiliki peran di sana, berarti anda ataupun kelompok anda akan terkucilkan dan hanya pengali 1 yang disumbangkan (tak berpengaruh)).

12 days left...
Kehilangan arah. Tak tahu apa yang akan dipikirkan dan diperbuat. Kata "sia-sia" bisa menjadi 'hantu' yang menyeramkan saat itu. Saat di tengah jalan kehilangan arah, apakah harus mundur atau maju. Mundur lupa asal, maju tak tahu arah. Penting di awal untuk menetapkan tujuan. 1 tujuan tetapi banyak jalan, cari alternatif bisa jadi solusi. Yang terpenting adalah mantapkan diri, sadar bahwa manusia-manusia penolong ada di sekelilingmu dan jangan berhenti.
(Banyak jalan menuju Roma)

11 days left...
Ah, kiranya tidak baik juga saya berbicara kebaikan, kalau saya sendiri tidak pernah melakukannya, ataupun berbicara keburukan, kalau toh saya belum tahu pasti apakah itu benar-benar keburukan, mungkin teladan lebih baik daripada sekedar menasehati.
(HUkum 3 Newton, F aksi = F reaksi, teladan bisa menjadi media dakwah paling efektif)

10 days left...
Ide Gila! Hah, terlalu berlebihan kata-katanya. Ide-ide baru, yang mungkin aneh, unik ataupun kontroversial maksudnya. Jangan menganggap sesuatu biasa yang telah ada saat ini bermula dari ide 'gila'. Tahukah Anda, hanya dengan bermain bandul yang diikat benang, seseorang bisa menemukan besarnya percepatan gravitasi bumi ini.
(Banyak bilangan rasional apabila ditarik nilai akarnya menghasilkan bilangan irrasional, sesuatu yang biasa mulanya berawal dari sesuatu yang tak biasa)

9 days left...
Presepsi, sesuatu yang kejam di dunia ini. Terkadang melihat dua hal yang berbeda dapat menimbulkan presepsi yang sama. Jadi, prasangka memang boleh, tapi analisis harus jalan juga. Tanpa analisis yang tepat itu berarti tuduhan tanpa bukti.
(2 * 2 = 2 + 2 = 4 atau 1,5 * 3 = 1,5 + 3 = 4,5 --> dua operator (tindakan) berbeda terkadang menghasilkan sesuatu yang terlihat sama)

8 days left...
Jatuh dan bangkit, suatu hal yang biasa dalam siklus hidup manusia. Jatuh itu banyak penyebabnya. Jika di punggung Anda ada beban terlalu berat, maka hikmah untuk menjadi lebih kuat. Jalan yang penuh lubang, sebenarnya hikmah untuk menjadi lebih lincah. Itulah kapasitas anda sebenarnya.
(Pegas dengan konstanta yang besar akan menghasilkan potensial yang besar pula, dan dapat melesatkan massa diujungnya lebih cepat)

7 days left...
Bidang pandangan. Terkadang sulit menerka ataupun memecahkan masalah dengan satu ilmu saja. Salah jika hanya memandang sesuatu secara sempit dan subjektif. Seharusnya masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang, jangan asal tebak, asal bagus dan asal selamat. Itu bukan kunci. Analisis pasti, pandangan tak boleh terkunci di suatu titik, dan jangan sampai terhalang oleh warna lain.
(Lingkaran adalah himpunan titik-titik dengan jarak yang sama dengan suatu titik, bidangnya lebih luas dan halus dibandingkan dengan segi-n beraturan yang memiliki diagonal yang sama panjang dengan diameternya)

6 days left...
Inspirasi adalah sesuatu yang ajaib. Dapat dikata, inspirasi adalah sumber dari terjadinya perubahan dan kemajuan jika itu terpandang positif. Tak semua orang mendapatkannya dengan mudah. Perlu sedikit keadaan tertentu dan keberuntungan untuk mendapatkannya. Orang lain pun dapat menjadi inspirator, dan berupaya untuk mendapat dan menuangkan inspirasi, adalah langkah awal untuk jadi lebih baik.
(Tulisan ini terinspirasi dari sebuah keadaan)

5 days left...
Motivasi, saran dan perbaikan dari orang lain sangat dibutuhkan. Tidak semua orang mendapatkannya. Jadi manfaatkan untuk jadi cambuk, indikator keberhasilan ataupun pacu untuk menjadi lebih baik.
(Benda dengan kecepatan konstan akan berakselarasi jika ada gaya yang bekerja terhadapnya, F=ma)

4 days left...
Ada saat-saat sangat dibutuhkan. Katakan "bisa" untuk menjawab tantangan tersebut. Bukan berarti sombong atau spekulasi tanpa perhitungan. Multi-intelegence! Sesuatu yang membuat Anda berbeda dengan yang lain. Segala hal bisa dilakukan, meski tak sesempurna ahlinya, paling tidak Andalah solusi alternatif.
(Jadilah himpunan semesta bagi himpunan-himpunan bagian yang lain)

3 days left...
Ketenangan, bukan berarti takut atau tak bergerak. Tak gegabah, ada sumber yang harus disembunyikan. Ada saat-saat harus mencerna masalah lebih lama dan tidak "meledakkan gerakan" yang tak perlu saat itu. Selama perhitungan masih dalam kendali, panik jadi hal yang haram hukumnya.
(benda yang diam itu sebenarnya juga berenergi)

2 days left...
Momentum, sesuatu yang tidak mutlak, tetapi menjadi saat-saat tertentu menjadi waktu terbaik untuk melakukan, menciptakan dan mengubah sesuatu untukjadi lebih baik. Menjadi titik balik ataupun titik tolak, sebuah perubahan.
(seperti impuls, yang memberi force pada detik (satuan waktu) yang tepat, untuk dapat mengubah kecepatan, besar dan atau arahnya)

1 day left...
Memenangkan dan mencapai tujuan dalam hidup. Tujuan dalam hidup, bukan akhir dari segalanya, tetapi hanya tempat berlabuh untuk tujuan yang lebih jauh (baca:baik) dari sebelumnya. Tujuan akhir adalah, ketika memenangkan apa yang dinamakan tujuan kasih sayang, dengan tingkatan tertinggi, orang sering menyebutnya "surga".
(segala sesuatu berawal dari ketiadaan dan pasti kembali ke penciptanya)

Jadi, apa yang saya pikirkan, bukan sesuatu yang luar biasa bagi orang lain di 15 hari ini. Saya hanya mencoba dan menerka hal-hal di sekeliling saya, semampu pemahaman dan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Hanya himkah bagi saya, tapi berharap bisa bermanfaat untuk orang lain.

time is over...

Selasa, 25 Agustus 2009

Menjaga Lisan

Setiap kata yang terlontar dari lubang mulut dan yang dimotori oleh lisan ini pasti membawa dampak selanjutnya dari apa yang diucapkan entah itu dampak baik ataupun buruk. Pernah suatu ketika saya hampir dibuat marah oleh ucapan seseorang yang tak cukup berarti (sangat tidak penting) menurut saya, tetapi karena seseorang tersebut berbicara terlalu banyak(cerewet) dan nada yang cukup tinggi (keras) ditambah dengan kondisi pikiran yang sedang banyak masalah membuat diri saya cepat naik darah. Dari contoh tersebut dapat dipahami bahwa lisan dapat membawa dampak buruk kepada orang lain bukan karena apa yang diucapkan namun hanya bagaimana cara pengendaliannya.

Lalu, apa yang menyebabkan kualitas statement yang kita ucapkan kepada orang lain menjadi lebih bermutu dan pengendalian dari lisan ini menjadi lebih baik dan menjaga sopan santun? Ternyata tak lain adalah hati. Terjadinya lisan seseorang menghamburkan kata-kata kasar, menyakitkan, jorok, dan sia-sia bersumber dari hati yang tidak beres. Seseorang yang hatinya tidak selamat akan sangat sulit mengendalikan lisannya. Apa saja yang terlihat di depan matanya niscaya akan membuat lidahnya gatal untuk segera berkomentar, terlepas dari komentarnya itu bermutu atau tidak, bermanfaat bagi dirinya atau tidak, ada yang mendengarkan atau tidak. Jelas, tak akan pernah disadari bahwa perkataaanya mungkin bisa sisa-sia.

Bahkan tak jarang ucapan-ucapan yang tak bermutu tersebut dapat menggelincirkan lisan ke arah ghibah hanya karena di antara ucapannya terselip maksud mengumbar aib orang lain agar ucapannya didengar dengan seksama oleh audience setempat. Setelah ghibah hal yang mungkin sangat berbahaya adalah fitnah. Ini bisa terjadi setelah orang lain yang mendengar merasa tersakiti hatinya dan dia merasa tidak seperti apa yang dibicarakan orang lain. Hal ini barang tentu akan menggandeng penyakit lisan selanjutnya yaitu dusta dan masih banyak lagi dampaknya jika dirunut.

Bak seperti teko yang memiliki isi di dalamnya, setiap ucapan yang keluar dari mulut merupakan cerminan isi dari hati. Teko yang berisi kopi pastinya akan mengeluarkan kopi dan teko yang berisi air bening juga akan mengeluarkan air beningnya. Tiap-tiap kalimat yang keluar dari lisan, kata Syeikh Ibnu Atha’illah, pastilah membawa corak bentuk hati yang mengeluarkannya.

Lisan selain sebagai indra pengecap merupakan anugrah Allah SWT yang diberikan dengan wujud tanpa tulang, tunggal dan terkadang memiliki akibat yang bermacam-macam baik dari arah negatif sampai ke arah positif. Mengeluarkan kata-kata yang bagimanapun dari lisan sungguh termat mudahnya dikarenakan tak ada sepatah tulang yang membatasi gerakannya. Akan tetapi, apa dampaknya dan bagaimana akibatnya, itulah yang sering tidak terpikirkan. Sepatah kata yang terucap sama sekali tidak akan membuat tubuh seseorang terluka, namun siapa yang tahu kalau justru hatinya yang tersayat-sayat. Atau sebaliknya, sepatah kata yang terucap, justru malah menjadi penyebab si pengucapnya mendapat celaka ataupun selamat, baik ketika di dunia maupun di akhirat kelak. Rasulullah saw bersabda, “Setiap ucapan Bani Adam itu membahayakan dirinya (bukan memberi manfaat), kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf nahi munkar dan Dzikrullah ‘Azza wa Jalla!” (HR Trimidzi).

Allah pun sudah menjanjikan surga bagi orang-orang yang mampu menjaga lisannya dan neraka bagi orang-orang yang lengah menjaga lisannya. Seperti hadis di bawah ini:

Barang siapa yang memelihara apa yang ada di antara janggutnya (yakni lisannya) dan apa yang ada di antara kedua pahanya (yakni farjinya) karena aku, “ sabda Rosulullah, “niscaya akan kujamin dia masuk surga” (HR Bukhari).

“Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji” (HR Tirmidzi).

Lidah, tanda tenaga dan tanpa biaya bisa kita gerakkan setiap saat. Barang siapa di antara kita terlampau banyak bicara, akan sangat cepat mengeraskan hati. Orang yang paling beruntung di dunia ini adalah “fal yaqul khairan au liyashmut” – orang yang sangat bisa memperhitungkan setiap kata-kataya. Barang siapa yang berpikirnya lebih banyak daripada bicaranya, insyaAllah, kata-katanya akan membersihkan hati. Dan hati yang bersih adalah hati yang diselamatkan Allah di Yaumul hisab nanti.

..Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Q.S.Qaf :18)

Tanda-Tanda Hari Kiamat Sudah Terjadi

Mendengar kata kiamat, tentunya kita akan segera berpikir tentang kehancuran dunia ini. Mungkin dapat dibayangkan seperti yang tertulis di dalam Al Qur'an dimana gunung-gunung dapat diterbangkan dengan mudahnya. Langit seakan pecah dan kemudian manusia-manusia bagaikan anai-anai yang ditebarkan. Sungguh, dimana hari dimana manusia akan melihat kuasa Tuhannya. Hanya dengan kuasa-Nya Dia mampu menabrakkan planet-planet di semesta ini sehingga benar-benar tidak ada lagi kehidupan. Ya, itu memang gambaran di Al Qur'an dan kita wajib mengimani hari kiamat tersebut sebagai syarat kesempurnaan rukun iman kita yang enam. Memang sebelum kiamat datang, Imam Mahdi akan turun ke bumi untuk menciptakan perdamaian di bumi ini. Dimana bumi saat itu sedang dilanda perseteruan dan krisis moral yang hebat sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatasi itu semua. Diceriterakan saat kemunculan Imam Mahdi, maka Dajal dan bala tentaranya(orang kafir) akan dimusnahkan dari muka bumi ini dan setelah itu akan ada zaman keemasan dimana Islam akan benar-benar menjadi rahmatan lil alamin. Baru setelah itu semua tercapai, kiamat dan akhir dari zaman ini akan benar-benar terjadi.

Baru-baru ini, mungkin tersiar banyak kabar mengenai isu kiamat tahun 2012. Ramalan bangsa maya yang mendukung bukti ilmiah dimana akan terjadi badai matahari yang hebat dan diperkirakan akan "menjilat" bumi kita tercinta, juga menjadi isu publik yang semakin membuat warga bumi menjadi merasa selalu resah dan bukan tidak mungkin akan menuju kelesuan kehidupan. Bangsa maya yang terkenal hebat dalam perhitungan kalender dan astronominya meramalkan akan terjadi babak baru dalam kehidupan dan itu mereka perkirakan terjadi di tahun 2012.

Mendengar berita ini, bagaimana kita menanggapinya? Kita tidak perlu khawatir kalau memang ramalan ataupun bukti ilmiah yang selama ini kita dengar akan benar-benar terjadi. Kita perlu tahu bahwa bumi ini memang sudah tua dan kiamat memang sudah dekat dengan melihat kejadian-kejadian yang beberapa dekade ini terjadi. Melihat dari segi moral manusia akhir-akhir ini, pantas kalau abad ini benar-benar dipilih untuk diselenggarakannya kiamat. Lepas dari keakuratan perhitungan tersebut, sebaiknya kita juga menyadari memang zaman ini sudah didesain untuk peperangan. Kita bisa lihat dimana perlombaan pembuatan senjata dan yang paling mutakhir adalah nuklir sudah dimulai. Selain itu, timur tengah dimana merupakan tempat yang menjadi lahan emas hitam menjadi perebutan antar bangsa di dunia. Selain itu umat Islam semakin dimusuhi dan terpojokkan. Jelas sudah dapat kita rasakan setelah terjadinya insiden WTC umat Islam seakan menjadi biang dari semuanya. Tanda-tanda berupa peristiwa-peristiwa aktual dan baru-baru ini memang sudah pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW (hadits) jauh sebelum abad ini ada. Tentunya kita sebagai manusia yang mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah dalam menyampaikan kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang kafir, kita juga sebaiknya mengetahui ramalan Rasulullah yang benar-benar terjadi akhir-akhir ini. Apa saja peristiwa-peristiwa yang diramalkan Rasulullah itu? Dan apakah bisa menjadi dasar akantanda-tanda kiamat dan munculnya Imam Mahdi? Berikut beberapa peristiwa yang menunjukkan kecocokkannya dengan hadits nabi.

  1. "Berhentinya sungai Eufrat adalah salah satu tanda datangnya Al Mahdi". Hadits tersebut adalah ramalan yang tepat kepada kejadian yang berlangsung di tahun 1975. Dimana di tahun itu ada pembangunan bendungan setinggi 210 meter dan menghentikan aliran sungai Eufrat.
  2. Hadits berikutnya masih berhubungan dengan sungai Eufrat, "Hari kiamat tak akan terjadi sebelum sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas, yang mendorong manusia berperang, 99 dari 100 orang akan tewas dan setiap dari mereka berkata "Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup". Ahli tafsir hadits menafsirkan hadits tersebut merupakan ramalan terhadap kejadian pasca dibangunnya bendungan tersebut. Dimana Sungai Eufrat yang terhenti alirannya, menjadi lahan yang digunakan untuk perekonomian penduduk, pemukiman, pembangunan listrik dan sebagainya. "..dan menyingkapkan gunung emas...", pernyataan hadits ini terbukti setelah Amerika Serikat yang masih dipimpin oleh Bush berusaha menguasai daerah tersebut karena berdasarkan foto satelit, di daerah dasar sungai Eufrat terdapat timbunan emas. Adanya emas di daerah tersebut memicu peperangan untuk menguasai daerah tersebut dan penduduk yang hidup di daerah tersebut menjadi korban dari peperangan dan teror yang dilancarkan Amerika Serikat. Ini sangat cocok dengan hadits nabi yang mengatakan "...yang mendorong manusia berperang...".
  3. "Akan ada dua gerhana di bulan Ramadhan sebelum Al Mahdi muncul". Hadits di atas menjelaskan bahwa hari kiamat akan datang setelah ada dua gerhana yang terjadi di bulan Ramadhan di tahun yang sama. Memang peristiwa gerhana merupakan peristiwa alam biasa yang sering dan berulang kali terjadi di bumi. Namun menjadi sangat tak biasa jika dua gerhana yaitu gerhana bulan dan matahari terjadi di waktu yang hampir berdekatan. Faktanya di tahun 1401 H atau 1981 M telah terjadi dua gerhana di bulan Ramadhan, yakni gerhana bulan pada tanggal 15 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 29 Ramadhan. Kemudia di tahun berikutnya, 1402 H atau 1982 M terjadi hal serupa dimana gerhana bulan terjadi pada tanggal 14 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 28 Ramadhan.
  4. "Sebelum ia (Al Mahdi) datang, sebuah komet yang menebarkan cahaya akan terbit dari timur. Kemunculan bintang itu akan mengikuti gerhana matahari dan bulan" . Pada tahun 1986 M atau 1406 H telah terlihat dari bumi sebuah komet yang diberi nama komet Halley yang memiliki periodik kemunculan 76 tahun terbit dari arah timur ke barat sesuai dengan hadits nabi. Komet Halley ini diyakini melintas dan bertepatan dengan peristiwa-peristiwa besar dahulu. Komet ini melintas di saat kaum Nuh dihancurkan oleh banjir besar, Nabi Ibrahim dibakar dan Firaun dan kaumnya yang melawan Nabi Musa dibinasakan di Laut Merah. Kemunculan terakhir komet ini menegaskan kembali hadits nabi akan kedatangan Al Mahdi.
  5. "Orang-orang pergi melaksanakan haji tanpa imam yang membimbing mereka. Ketika mereka turun ke Mina, bangsa-bangsa akan saling menganiaya bagaikan anjing-anjing dan akan terjadi perang besar hingga kaki digenangi danau darah". Peristiwa yang disebutkan dalam hadits di atas benar-benar terjadi di tahun 1979 tepatnya tanggal 21 September dimana pembantaian dan pertikaian antara militan Iran dan Saudi menyebabkan 30 0rang meninggal dan 90 orang disandera. Kejadian ini memaksa shalat Jumat di musim Haji itu tidak dapat dilaksanakan. Tujuh tahun setelah peristiwa itu, terjadi peristiwa yang lebih buruk lagi dimana koraban meninggal sebanyak 402 orang jauh lebih banyak daripada peristiwa sebelumnya. Peristiwa ini bisa menjadi realisasi dari pernyataan hadits nabi di atas akan kedatangan Al Mahdi.
  6. "Api akan meliputimu. Api itu saat ini padam di lembah bernama Berehut. Orang-orang akan terkepung api itu di dalam penderitaan hebat. Api itu akan membakar dan memusnahkan manusia dan harta benda. Selama delapan hari api itu akan menggelora di dunia bagaikan angin dan awan. Panasnya malam lebih terik daripada siang. Api itu merentang dari kepala manusia hingga langit tertinggi dan ada bising yang keras bagaikan guntur di antara bumi dan langit". Pada awal tahun 1990 teejadi perang di Timur Tengah antara Irak dan Kuwait. Peperangan yang sengit mengakibatkan PBB turun tangan menangani peperangan tersebut. "Api ini padam di lembah bernama Berehut..". Pernyataan ini memiliki makna tersirat bahwa yang dimaksud api padam adalah bahan bakar yang tersimpan di sebuah sumur bernama Berehut. Bahan bakar tersebut tak lain adalah minyak bumi yang keluar dari sumur Berehut. Saat perang Teluk pecah, daerah itu terbakar dan seperti apa yang dinyatakan dalam hadits Rasulullah, nyala api tersebut benar-benar membakar manusia disekitarnya.
  7. "Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh pemimpin mereka dan titah-titahnya". Anwar Sadat penguasa MEsir dibunuh tahun 1981. Kata Syam tidak hanya merujuk Damaskus, tetapi kata ini yang dalam bahasa Arab berarti kiri ini merujuk pada negara-negara yang berada di sisi kiri. Faktanya, petinggi-petinggi di daerah ini tewas dibunuh saat memimpin negaranya. Berikut diantaranya:1920, Saiah Al Deen Beetar mantan presiden Syiria. 1921, Droubi Pasha Perdana Menteri Suriah. 1949, Muhsin Al Barazi Perdana Menteri Suriah. 1951, Raja Abdullah dari Yordania. 1982, Bashir Gemayel
  8. "Taliqan (sebuah daerah di Afghanistan) yang miskin dan sengsara, di tempat itu ada harta Allah, bukan emas dan perak, tetapi berupa orang-orang yang telah mengakui Allah sebagaimana mestinya". Hadits tersebut menerangka tentang terjadinya masa-masa kelam Afghanistan hingga sekarang. Dari masa pendudukan Uni Soviet sampai pendudukan Amerika Serikat ditambah perang saudara yang berlarut-larut menunjukkan daerah ini memang diperkirakan menjadi medan pertempuran.
Selain peristiwa-peristiwa khusus tadi, banyak peristiwa-peristiwa yang bisa kita lihat dari berbagai media yang menunjukkan indikasi akan terjadinya perang dunia ketiga. Seperti kita tahu, timur tengah masih dihadapkan dengan konflik yang tak kunjung reda. Sementara itu negara-negara adikuasa berlomba-lomba memperkuat pasukan militer mereka di negara lain yang ingin dikuasai. Demikian pula dengan peristiwa teror yang sudah terjadi di mana-mana termasuk Indonesia sehingga manusia sudah merasa tidak aman lagi. Terorisme, peperangan dan pertikaian akan semakin menguatkan bahwa zaman sudah mendekati kebinasaanya. Dibutuhkan seorang pemimpin yang sanggup meredakan itu semua dan benar-benar mencipatakan suatu zaman yang disebut zaman keemasan. Al Mahdi tak lain dan tak bukan. Setelah berhasil menjalankan tugasnya di bumi ini, maka sesuai dengan janji Allah, kiamat akan segera diselenggarakan.

Secara sederhana kita dapat mengatakan memang sudah saatnya dunia ini akan berakhir. Melihat tanda-tanda yang sudah tak terperikan lagi, Allah, Dzat Yang Maha Penyayang mungkin tidak ingin bumi beserta manusia-manusia beriman dan mengakui-Nya sebagaimana mestinya selalu dirundung oleh kepedihan akan pertikaian dan rasa tidak aman di dunia.
Sudah saatnya kita menginstropeksi diri dan mempersiapkan bekal menuju alam keabadian kita. Selama udara masih berlalu lalang di tenggorokkan kita, Sebaiknya kita harus otimis dalam menjalani kehidupan ini. Tak ada yang sia-sia selama apa yang kita perbuat kita niatkan kepada Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang diridhoinya.

Wallahu alam bisswwab..

(sumber : Harun Yahya)

Minggu, 21 Juni 2009

Shalat untuk Kesehatan 2 (Shalat for Health 2)

Lanjutan posting sebelumnya
Setelah kita tahu bermacam-macam manfaat gerakan shalat, sekarang kita akan melihat lebih jauh manfaat luar biasa lainnya.
Pacu Kecerdasan

Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

Perindah Postur
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

Memudahkan Persalinan
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

Memperbaiki Kesuburan
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

Awet Muda
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pen­tingnya, gerakan ini menghin­darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

Semoga bermanfaat...

Selasa, 16 Juni 2009

Shalat untuk Kesehatan ( Shalat for Health)

Shalat. Mungkin sebagai seorang muslim kita sudah sering bersinggungan dengan kata ini. Sebagai seorang muslim shalat adalah suatu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Selain merupakan rukun Islam yang lima, shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab saat hari pembalasan nanti. Namun, apakah anda tahu rahasia di balik shalat itu sendiri? Secara batin kita pasti bisa merasakannya setelah salat dengan khusyuk hati kita menjadi tenteram dan merasa kita semakin dekat dengan Allah swt. Pernahkah terpikirkan di benak anda bahwa gerakan-gerakan salat yang sering kita lakukan mempunyai manfaat yang luar biasa? Terlepas benar tidaknya bukti-bukti di bawah ini mungkin sebagian dari anda berpendapat bahwa sebenarnya shalat dan doa merupakan sugesti. Kita mampu memiliki energi tertentu jika kita sudah memiliki sugesti yang baik terhadap sesuatu. Oke, pendapat yang bagus! Tetapi dengan mengetahui manfaat shalat secara fisik ini, semoga menjadi motivasi untuk rajin dan giat menjalankan ibadah shalat. Di sini saya hanya ingin bercerita tentang manfaat salat jika ditilik dari segi kesehatan. Sebagaimana kita tahu, manusia zaman sekarang mudah terserang penyakit dan kesehatan adalah kekayaan luar biasa yang harus disyukuri. Allah sendiri tidak menyukai muslim yang lemah. Seorang muslim harus sehat dan kuat. Dan salah satu tips untuk menjaga kesehatan itu adalah melakukan apa yang diperintahnya salah satunya salat.
Shalat memiliki gerakan-gerakan yang melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Amalan shalat sangat proporsional dengan anatomi tubuh manusia.
  1. Takbiratul Ihram:Posisi berdiri tegak kemudian mengangkat kedua tangan sejajar telinga lalu melipatnya di depan perut/ dada bawah. Manfaat: gerakan ini adalah melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian keduatangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.
  2. Rukuk :Posisi rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.
  3. I’tidal : Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat keduatangan setinggi telinga. Manfaat: I’tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
  4. Sujud :Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
  5. Duduk: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
  6. Salam Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.
Di atas adalah sebagian kecil dari manfaat shalat untuk kesehatan. Lain kali akan dilanjutkan manfaat shalat lainnya bagi kesehatan kita. Semoga bermanfaat.
Berlanjut...
(Diambil dari berbagai sumber).

Minggu, 10 Mei 2009

Berusaha Menjadi Kaya Raya...

Apa yang terlintas di benak kita jika mendengar kata di atas? Mungkin sebagian beranggapan terlalu materialistis atau beberapa yang lain mengatakan:"Kehidupan akhirat lebih penting!". Ehm,memang ada benarnya jika kita artikan demikian. Kita tidak boleh materialistis dan tidak hanya memikirkan dunia saja. Tapi apakah Allah sendiri melarang kita untuk menjadi seorang kaya raya? Bahkan Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah seorang pengusaha rangkap manajer yang kaya raya. Berkat kerja keras dan keuletan Beliau ,beliau bisa menjadi seorang pebisnis handal. Islam juga melarang umatnya menjadi seorang pengemis, seorang yang hanya mengadahkan tangannya menunggu belas kasihan orang lain. Tunggu dulu, pengemis bukan berarti dia harus berada di perempatan jalan sambil membawa kaleng bekas dan berpakaian compang-camping. Sekarang,wujud pengemis tidak hanya seperti itu. Sebagai contoh antara lain:peneliti perguruan tinggi yang berusaha mencari dana dari negara atau lembaga asing guna mengembangkan penelitiannya atau sekedar mencukupi kebutuhannya. Sungguh memilukan. Kajian ilmu pengetahuan dihambat oleh kekurangan dana dan harus "mengemis" kepada lembaga/negara asing. Lebih memilukan lagi adalah mahasiswa-mahasiswa yang mau disuap oleh pihak tertentu untuk melakukan demonstrasi kepada pemerintahan. Mungkin anda berkata "Itu bukan pengemis!". Bisa jadi ya. Tetapi seberapa persen anda yakin mahasiswa itu sepenuh hati melakukan demonstrasi tanpa ada "uang belas kasihan"? Satu lagi "pengemis" yang belum disebutkan yaitu seorang pemuda yang masih meminta uang atau harta dari orang tuanya walaupun dia bisa bekerja. Ini adalah salah satu fenomena di mana mental pemuda Indonesia yang miskin jiwa kewirausahaan dan berharap kejatuhan harta orang tuanya. Ironis sekali.
Memang zaman serba sulit dan kekayaan yang ingin dicapai membutuhkan jalan yang panjang dan usaha keras. Tapi, Allah sudah menyeru kepada umatnya untuk bekerja keras mencari rizki di bumi ini. Allah tidak menyukai orang-orang pemalas. Rasulullah pun menjadi seorang pengusaha kaya-raya tidak hanya karena kasih sayang Allah kepada utusannya. Rasulullah sebagai manusia biasa juga membutuhkan perjuangan keras untuk mencapai keberhasilannya. Berikut sekilas tentang keberhasilan karir Rasulullah.
  • Rasulullah pertama kali menjadi seorang "E" atau employee (pegawai) dari seorang saudagar kaya Siti Khadijah. Beliau adalah suri teladan yang baik di mana saja termasuk dalam hal pekerjaan. Dikisahkan beliau adalah seorang yang jujur dalam berdagang,tidak menyembunyikan kecacatan barang dagangan,tidak mengurangi timbangan dan pernah suatu ketika beliau tetap setia menunggu seorang pelanggan yang lupa datang untuk bertransaksi sampai berhari-hari lamanya. Ini merupakan bukti bahwa walaupun sebagai seorang "sales" bukan berarti menghambat diri untuk selalu menjadi seorang yang bisa berbuat lebih baik kepada "perusahaan".
  • Karena kejujuran dan cara berdagang yang yang disukai pelanggan ,maka Siti Khadijah mengangkat Rasulullah menjadi seorang manajer yang mengendalikan seluruh aktivitas bisnis Siti Khadijah. Sebagai seorang manajer,tindak-tanduk Rasulullah sangatlah terpelihara dan wajib kita teladani.Beliau berhasil mengembangkan usaha Siti Khadijah hingga usahanya terkenal di seluruh kota Mekah saat itu.
  • Setelah pernikahan Rasulullah dengan pemilik usaha beliau,Rasulullah merangkap menjadi pemilik selain menjadi seorang manajer. Bukan berarti karena sebuah pernikahan beliau dapat menjadi pemilik sekaligus pemimpin perusahaan,melainkan beliau sangat memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab penuh terhadap usahanya. Gaya kepemimpinan seorang Rasul kita ini menjadi acuan yang baik dalam memimpin sebuah organisasi. Setelah kepemimpinan beliau,perusahaan Rasulullah menjadi yang terkenal dan terkaya saat itu.
  • Kekayaan Rasulullah bukan berarti sebagai alat untuk bersenang-senang,melainkan dengan kekayaan itu Rasulullah menghabiskannya di jalan Allah untuk berperang dan berjihad. Bagaimana kehidupan Rasulullah setelah memiliki harta yang cukup banyak itu? Sederhana adalah kata yang tepat menggambarkan kehidupan Rasulullah. Harta benda beliau hanya digunakan untuk jalan Allah. Selain jihad, rasa sosial Rasulullah sangatlah besar. Begitu dermawannya Rasulullah sampai-sampai pada suatu hari beliau menawarkan kepada seorang peminta-minta untuk mengambil apa yang dia mau dari Rasulullah setelah empat hari berturut-turut peminta-minta itu mengemis kepada Rasulullah dan tepat pada hari keempat Rasulullah tidak mempunyai uang.
Dari sekilas kisah di atas sangat pantas jika mengatakan Rasulullah pun mengajarkan kepada kita semua untuk menjadi kaya-raya. Seorang pegawai pun akan mencapai kekayaannya jika dia sungguh-sungguh dan bersyukur dalam menjalani pekerjaannya. Namun,sekali lagi kaya-raya yang diharapkan Rasulullah memberi hikmah kepada kita agar kita tidak miskin hati. Kaya raya adalah ketika kita menemukan sesuatu yang lebih penting daripada harta kekayaan kita yang berarti kita harus kaya hati dan selalu bersyukur terhadap kekayaan yang Dia berikan kepada kita baik kesehatan,Islam maupun Iman.
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur(Q.S Al Jaatsiyah:12).
Waalllahu alam bis sawwab...