Halaman

Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehidupan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Oktober 2014

Bekerja Bukan untuk Pensiun

http://thewardrobedoor.com/
Salam untuk kita semua, di manapun sahabat readers berada. Postingan kali ini saya tulis berkenaan dengan suatu tragedi yang saya alami, hmm, iya bisa saya bilang tragedi, jika menurut saya itu bukan hiperbola alias lebay. Hehe. Ya, malam itu, ponsel saya bergetar tanda ada sms masuk dan kulihat nama adik saya di layar ponsel. Mungkin, isi pesan yang sudah biasa, sudah makan, shalat, sedang apa dan sejenisnya yang sebenarnya itu pertanyaan dari Ibunda tercinta di kampung halaman. Namun kali ini, pesan yang saya baca malam itu berbeda dengan pesan-pesan biasanya.

Malam itu seketika mood saya goncang sesaat setelah membaca sms yang ternyata berasal dari adik saya yang isinya adalah Ibu saya menyuruh saya untuk daftar CPNS online, apabila saya tidak menuruti maka Ibu saya akan marah. Ya, begitulah kira-kira isinya. Pertama saya sedikit tidak menganggap serius, dengan aksi berikutnya saya hanya membalas pesan itu dengan suatu pesan yang tidak mengarah ke sana. Namun, balasan sms yang kudapat adalah "bagaimana? Jadi kan untuk daftar?".

Kamis, 02 September 2010

Seni Bertahan Hidup

Ini yang mungkin saya alami juga sebagai seorang yang pas-pasan dalam pemasukan dan begitu banyak yang harus dianggarkan untuk kebutuhan. Maklum, sebagai mahasiswa perantau, dapat dibilang, uang saku yang dikirim tap bulan oleh orang tua tidaklah cukup untuk satu bulan. Kebutuhan begitu banyak, dan setelah saya hitung-hitung, ternyata saya setidaknya saya harus mengirit sampai sepuluh ribu rupiah per hari agar bisa makan di sebuah kota pinggiran dekat ibu kota provinsi. Kebutuhan untuk mencuci pakaian, kebutuhan mandi, pulsa, air, dan kebutuhan kuliah seperti alat tulis, fotokopi, printing dan sebagainya, mungkin itu yang menyebabkan saya harus berpikir ulang agar tidak sarapan selama tiga tahun saya kuliah.

Selasa, 18 Mei 2010

Sekedar Analogi Menuju Perubahan Lebih Baik

sumber : http://1.bp.blogspot.com
Sebenarnya ini hanya jawaban dari sekian banyak pertanyaan teman-teman sebelumnya. Rasanya sulit untuk mengatakan apa yang mendasari sesungguhnya. Berawal dari mimpi, yang kurang jelas. Tapi yang jelas, saya menemukan banyak hikmah di sisa-sisa n day[s] left. Satu alasan yang saya clue-kan, karena ada perubahan yang saya rasa ke arah lebih baik, dan tepat satu tahun (16 Mei 2010) hal tersebut telah berlalu. Mungkin ada yang mengingatnya saat itu.

15 days left...
Mengawali sesuatu itu berat, meski begitu perubahan itu tak akan terjadi kalau tak ada yang mengawali.
(Hukum 1 Newton, benda itu cenderung lembam (malas bergerak) tanpa adanya gaya (motivasi) atau bergerak tanpa akselarasi (monoton) (a=0, v konstan))

14 days left...
Kembali ke kesendirian. Hanya ada saya, saya dan saya. Apakah bisa hidup seperti itu. Sendiri, hanya benda mati yang menemani ~ sebuah keautisan.
(1 pangkat berapapun hasilnya 1, kesendirian tak akan menghasilkan perubahan besar)

13 days left...
Saat-saat tak berarti sama sekali. Saat orang tak menganggap Anda ada di sekitar anda. Ataupun Anda ada, tetapi anda tak bermakna di sana.
(bilangan berapapun pangkat 0 hasilnya 1 (kecuali 0), saat anda ataupun kelompok anda tak memiliki peran di sana, berarti anda ataupun kelompok anda akan terkucilkan dan hanya pengali 1 yang disumbangkan (tak berpengaruh)).

12 days left...
Kehilangan arah. Tak tahu apa yang akan dipikirkan dan diperbuat. Kata "sia-sia" bisa menjadi 'hantu' yang menyeramkan saat itu. Saat di tengah jalan kehilangan arah, apakah harus mundur atau maju. Mundur lupa asal, maju tak tahu arah. Penting di awal untuk menetapkan tujuan. 1 tujuan tetapi banyak jalan, cari alternatif bisa jadi solusi. Yang terpenting adalah mantapkan diri, sadar bahwa manusia-manusia penolong ada di sekelilingmu dan jangan berhenti.
(Banyak jalan menuju Roma)

11 days left...
Ah, kiranya tidak baik juga saya berbicara kebaikan, kalau saya sendiri tidak pernah melakukannya, ataupun berbicara keburukan, kalau toh saya belum tahu pasti apakah itu benar-benar keburukan, mungkin teladan lebih baik daripada sekedar menasehati.
(HUkum 3 Newton, F aksi = F reaksi, teladan bisa menjadi media dakwah paling efektif)

10 days left...
Ide Gila! Hah, terlalu berlebihan kata-katanya. Ide-ide baru, yang mungkin aneh, unik ataupun kontroversial maksudnya. Jangan menganggap sesuatu biasa yang telah ada saat ini bermula dari ide 'gila'. Tahukah Anda, hanya dengan bermain bandul yang diikat benang, seseorang bisa menemukan besarnya percepatan gravitasi bumi ini.
(Banyak bilangan rasional apabila ditarik nilai akarnya menghasilkan bilangan irrasional, sesuatu yang biasa mulanya berawal dari sesuatu yang tak biasa)

9 days left...
Presepsi, sesuatu yang kejam di dunia ini. Terkadang melihat dua hal yang berbeda dapat menimbulkan presepsi yang sama. Jadi, prasangka memang boleh, tapi analisis harus jalan juga. Tanpa analisis yang tepat itu berarti tuduhan tanpa bukti.
(2 * 2 = 2 + 2 = 4 atau 1,5 * 3 = 1,5 + 3 = 4,5 --> dua operator (tindakan) berbeda terkadang menghasilkan sesuatu yang terlihat sama)

8 days left...
Jatuh dan bangkit, suatu hal yang biasa dalam siklus hidup manusia. Jatuh itu banyak penyebabnya. Jika di punggung Anda ada beban terlalu berat, maka hikmah untuk menjadi lebih kuat. Jalan yang penuh lubang, sebenarnya hikmah untuk menjadi lebih lincah. Itulah kapasitas anda sebenarnya.
(Pegas dengan konstanta yang besar akan menghasilkan potensial yang besar pula, dan dapat melesatkan massa diujungnya lebih cepat)

7 days left...
Bidang pandangan. Terkadang sulit menerka ataupun memecahkan masalah dengan satu ilmu saja. Salah jika hanya memandang sesuatu secara sempit dan subjektif. Seharusnya masalah harus dilihat dari berbagai sudut pandang, jangan asal tebak, asal bagus dan asal selamat. Itu bukan kunci. Analisis pasti, pandangan tak boleh terkunci di suatu titik, dan jangan sampai terhalang oleh warna lain.
(Lingkaran adalah himpunan titik-titik dengan jarak yang sama dengan suatu titik, bidangnya lebih luas dan halus dibandingkan dengan segi-n beraturan yang memiliki diagonal yang sama panjang dengan diameternya)

6 days left...
Inspirasi adalah sesuatu yang ajaib. Dapat dikata, inspirasi adalah sumber dari terjadinya perubahan dan kemajuan jika itu terpandang positif. Tak semua orang mendapatkannya dengan mudah. Perlu sedikit keadaan tertentu dan keberuntungan untuk mendapatkannya. Orang lain pun dapat menjadi inspirator, dan berupaya untuk mendapat dan menuangkan inspirasi, adalah langkah awal untuk jadi lebih baik.
(Tulisan ini terinspirasi dari sebuah keadaan)

5 days left...
Motivasi, saran dan perbaikan dari orang lain sangat dibutuhkan. Tidak semua orang mendapatkannya. Jadi manfaatkan untuk jadi cambuk, indikator keberhasilan ataupun pacu untuk menjadi lebih baik.
(Benda dengan kecepatan konstan akan berakselarasi jika ada gaya yang bekerja terhadapnya, F=ma)

4 days left...
Ada saat-saat sangat dibutuhkan. Katakan "bisa" untuk menjawab tantangan tersebut. Bukan berarti sombong atau spekulasi tanpa perhitungan. Multi-intelegence! Sesuatu yang membuat Anda berbeda dengan yang lain. Segala hal bisa dilakukan, meski tak sesempurna ahlinya, paling tidak Andalah solusi alternatif.
(Jadilah himpunan semesta bagi himpunan-himpunan bagian yang lain)

3 days left...
Ketenangan, bukan berarti takut atau tak bergerak. Tak gegabah, ada sumber yang harus disembunyikan. Ada saat-saat harus mencerna masalah lebih lama dan tidak "meledakkan gerakan" yang tak perlu saat itu. Selama perhitungan masih dalam kendali, panik jadi hal yang haram hukumnya.
(benda yang diam itu sebenarnya juga berenergi)

2 days left...
Momentum, sesuatu yang tidak mutlak, tetapi menjadi saat-saat tertentu menjadi waktu terbaik untuk melakukan, menciptakan dan mengubah sesuatu untukjadi lebih baik. Menjadi titik balik ataupun titik tolak, sebuah perubahan.
(seperti impuls, yang memberi force pada detik (satuan waktu) yang tepat, untuk dapat mengubah kecepatan, besar dan atau arahnya)

1 day left...
Memenangkan dan mencapai tujuan dalam hidup. Tujuan dalam hidup, bukan akhir dari segalanya, tetapi hanya tempat berlabuh untuk tujuan yang lebih jauh (baca:baik) dari sebelumnya. Tujuan akhir adalah, ketika memenangkan apa yang dinamakan tujuan kasih sayang, dengan tingkatan tertinggi, orang sering menyebutnya "surga".
(segala sesuatu berawal dari ketiadaan dan pasti kembali ke penciptanya)

Jadi, apa yang saya pikirkan, bukan sesuatu yang luar biasa bagi orang lain di 15 hari ini. Saya hanya mencoba dan menerka hal-hal di sekeliling saya, semampu pemahaman dan ilmu pengetahuan yang saya miliki. Hanya himkah bagi saya, tapi berharap bisa bermanfaat untuk orang lain.

time is over...

Selasa, 28 April 2009

Sebuah Petualangan....

Lahir di kota lumpia,Semarang,selama 17 tahun hidup saya,saya jalani di kota kelahiran. Saya memulai pendidikan di SD Kedungmundu 05 Semarang ,sekolah dasar di pucuk bukit. Ternyata Allah masih memberi rezeki pada orangtua saya agar bisa menyekolahkan saya sampai SMA. Lulus dari SD tidak terkemuka di Semarang,membuat saya sulit untuk menembus persaingan masuk SMP negeri. Tetapi takdir berkata lain,Alhamdulillah bisa diterima di SMP 2 Semarang. SMA 3 Semarang adalah akhir masa sekolah saya. Setelah lulus dari SMA ,alhamdulillah lagi-lagi rezeki masih digelar untuk orang tua saya. Mendapat beasiswa pendidikan dari Politeknik Telkom Bandung,adalah sesuatu yang harus benar-benar disyukuri. Betapa tidak,uang pangkal dan uang semester yang wajib dibayarkan bila tidak mendapat beasiswa mencapai puluhan juta rupiah. Maklum, semua perguruan tinggi milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) memiliki fasilitas lebih dan mitra perusahaan yang ditawarkan untuk kerja setelah selesai kuliah sangatlah banyak.
Sekarang hari-hari saya,saya jalani di kabupaten Bandung. Tempat saya kuliah. Tempat dimana ada dua menara gading (IT Telkom dan Politeknik Telkom) dan sekitarnya adalah pemukiman kumuh dengan sebagian besar penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Suatu tantangan bagi saya, selain harus sibuk dengan urusan kuliah,organisasi ataupun kos-kosan,saya dan juga mahasiswa lain juga harus memiliki rasa sosial untuk lingkungan yang memprihatinkan ini. Tak bisa kubayangkan jika saya hidup seperti penduduk tersebut.
Seperti biasa hari-hari,tidak saya isi dengan kuliah saja. Organisasi mahasiswa dan UKM sangatlah menyenangkan bagi saya. Setidaknya sekali sebulan,lapangan futsal adalah tempat favorit kami. Belajar kelompok di kos-kosan teman yang berakhir dengan nonton film horor atau komedi bersama (tentunya di kos-kosan) sambil berebut bantal dan cemilan adalah sesuatu yang mengasyikan dan tak terlupakan.
Bagi saya ,hidup adalah petualangan. Petualangan di rimba bisnis dan perkembangan teknologi serta menghadapi pesaing buas di sana. Berpetualang di laut kehidupan mencari harta karun untuk hidup kecukupan. Petualangan besar yang sudah digariskan-Nya pada semua orang.

Jumat, 10 April 2009

Bersama Sahabat Kampus

Pulang Kuliah,Enaknya Jalan Kaki

Setelah melewati shift kuliah yang panjaaaang,akhirnya kami pulang juga ,dengan ditemani sinar matahari sore yang masih cukup terik. Pulang kuliah bareng teman-teman sambil jalan kaki mengingatkan saya saat duduk di bangku SD saja...(Panas-panas pakaian serba hitam, radiasi benda hitam jadinya ya..,hahahahaha....)

Peringatan 60 Earth Hour di depan kampus

Setelah rapat divisi Polkomzone,malam minggu kami diisi dengan peringatan 60 Earth Hour yang jatuh pada tanggal 28 Maret 2009. Dengan suasana gelap gulita di sepanjang jalan depan kampus tentunya kami tidak ketinggalan untuk mengabadikan momen memberi nafas satu jam untuk bumi ini. (Wah memang orang ndeso,kena cahaya kamera hp aja gak kuat,hahahaha....).