Halaman

Tampilkan postingan dengan label tanda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanda. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2010

Yesus Akan Kembali I

Yesus (Isa) (as), sebagaimana rasul-rasul lainnya, merupakan seorang hamba pilihan Allah yang diutus kepada umat manusia untuk menyeru kepada jalan yang benar. Meskipun demikian, ada beberapa sifat Yesus (as) yang membedakan dari rasul-rasul lainnya. Yang terpenting dari semua itu adalah dia telah diangkat Allah dan akan kembali lagi ke bumi. 

Berbeda dengan yang diyakini oleh mayoritas manusia, Yesus (as) tidaklah wafat disalib dan dibunuh ataupun meninggal dengan tujuan dan alasan tertentu. Al-Qur'an memberitakan kepada kita bahwa mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya. Tidak ada satu ayat pun yang menunjukkan peristiwa pembunuhan terhadapnya atau bahwa dia telah dibunuh, terlepas dari ayat yang menolak bahwa hal tersebut telah terjadi. Selain itu, Al-Qur'an membeberkan kepada kita beberapa peristiwa dari kehidupan Yesus (as) yang tidak pernah terjadi. Kemudian, kedatangannya yang kedua kali ke bumi merupakan suatu prasyarat akan terjadinya peristiwa-peristiwa ini. Tidak ada keraguan bahwa wahyu-wahyu yang terdapat dalam Al-Qur'an akan benar-benar terjadi. 

Sabtu, 07 November 2009

Sebuah Penelitian Tentang Kiamat 2012

Seperti yang kita tahu, tahun milenium ini menjadi tahun sasaran terjadinya berbagai bencana alam di bumi kita tercinta ini. Bahkan di abad milenia ini, bukan menjadi rahasia publik lagi isu mengenai kiamat tahun 2012 akan benar-benar terjadi. Berbagai penelitian yang dikembangkan memang memberikan hasil yang cukup menakutkan kita sebagai orang awam. Ditambah lagi, ramalan bangsa Indian Maya yang juga meng-interfere masalah ini hingga terjadi semacam kelesuan global di tengah-tengah masyarakat. Bisa dikata ini adalah isu publik yang benar-benar butuh perhatian khusus mengingat publik juga selama ini masih belum mendapat bukti-bukti ilmiah secara transparan dari para ilmuwan. Pada hakikatnya tindakan para ilmuwan untuk mengabu-abukan isu ini memiliki tujuan agar aktivitas dan segala kegiatan masyarakat tidak terganggu dengan isu ini.

Berikut adalah petikkan artikel yang ditulis oleh William Hart, seorang peneliti yang tertarik pada ramalan bangsa Indian Maya.

Dalam artikel yang dimuat di awal 2004, aku menekankan bahwa kita saat ini berada di putaran matahari terakhir. Periode putaran terakhir ini berlangsung selama 8 tahun, mulai 2004-2012, dan kuberi nama “The Portal”.

Artikelku dilandasi oleh penelitian terhadap kalender suku Maya, yang sudah kulakukan selama 27 tahun. Dalam system kalender Maya, aku mengamati siklus bintik matahari, Transit planet Venus dan kaitannya dengan bencana alam yang terjadi.

Rangkaian akhir penelitian tersebut belum kutemukan, sampai di tahun 2002. Di tahun itu, aku sadar..tahun 2012 yang katanya, merupakan tahun terakhir dalam kalender suku Indian Maya, juga merupakan titik puncak pergerakan matahari dan transit kedua Planet Venus.

Penelitian intensifku terhadap bintik matahari menunjukkan bahwa pergerakan bintik tersebut selama 11 tahun memiliki dampak besar bagi umat manusia. Percaya atau tidak, tapi hal-hal yang terjadi, seperti : perang, bencana alam, sampai pergerakan bursa saham, bergerak sesuai dengan arah bintik matahari!

Bintik Matahari
Banyak peneliti independent lainnya berkesimpulan sama denganku. Tapi, tak ada yang menyadari, kaitan kalender suku Indian Maya mengenai tahun 2012 dengan pergerakan transit Planet Venus dan bintik matahari. Ketiganya berhubungan! Inilah alasan kenapa ada istilah “Solar Priest”, dan inilah dasar dari ilmu sains jaman dulu.

Sebenarnya, pemahaman orang Maya tentang sains sangat baik. Menurut Indian Maya, kalender merupakan sebuah siklus yang diberi nama “Siklus Abad Matahari” yang berlangsung selama 5125 tahun. Menurut orang Maya, kita kini berada di akhir periode matahari kelima.

Apakah cuma berdasar kebetulan, kalau mereka mengatakan bahwa tahun 2012 adalah akhir dari system kalender tersebut? Pertanyaan inilah yang membuatku menyelidiki catatan sejarah untuk melihat apakah ada kaitan antara transitnya Planet Venus dan bencana alam di bumi.

Venus
Apa yang kudapat, membuatku terkejut. Penemuanku ini, adalah jawaban dari berbagai misteri yang menjadi tanda tanya bagi banyak peneliti selama ini. Aku takjub saat menemukan, bahwa periode transit Venus pernah terjadi di tahun 1518-1526.

Dan, dalam kurun waktu tersebut, seorang lelaki bernama Hernan Cortez memimpin 300 tentara Spanyol untuk menduduki Meksiko. Sulit membayangkan, bagaimana 300 orang bisa menaklukkan Kerajaan Aztec yang sangat kuat dan memiliki pertahanan militer hebat. Tetapi itu terjadi.

Kemenangan Spanyol ini, mungkin terkait ramalan kuno yang dipercaya para pemimpin kuil. Yaitu mengenai kembalinya Dewa Quetzacoatl di tahun 1 Reed (1518). Dewa tersebut memiliki hubungan erat dengan Planet Venus.

Quetzacoatl digambarkan sebagai laki-laki berkulit putih, berjenggot dan datang ke Meksiko kuno untuk mendidik masyarakat yang terbelakang, menjadi beradab. Ramalan ini mungkin terdengar seperti omong kosong bagi kita. Tapi, bagi bangsa Aztec saat itu, ketika ada perahu muncul di perairan Yucatan, Raja Montezuma begitu ketakutan, sampai-sampai tak bisa berpikir jernih.

Hal ini tercatat dalam sejarah, meski secara logika tak masuk akal. Andai bangsa Aztec tidak percaya pada ramalan ini, maka ke 300 pasukan Spanyol yang datang bisa mereka hancurkan dengan mudah. Kenapa bangsa Aztec bisa terjebak dalam ketakutan yang dalam? Setelah kupelajari, ternyata sebelum Cortez datang, terjadi bencana meletusnya Gunung Popocateptyl.

Di samping itu, sejumlah aktivitas paranormal juga terjadi di sana, seperti penampakan UFO dan banjir besar yang mendadak melanda ibu kota mereka.

Para pemimpin spiritual Aztec telah meramalkan akhir peradaban bangsa pembangun pyramid tersebut, yang kemudian direalisasikan oleh kedatangan Cortez, bertepatan dengan periode kedua transitnya Planet Venus, di tahun 1526.

Ramalan tentang tahun 2012 memiliki berbagai makna penting, setelah aku menjalankan penelitian ini. Periode transit Planet Venus berikutnya adalah tahun 1631-1639. Dan yang membuatku terkejut adalah, untuk pertama kalinya, setelah periode transit tersebut, bintik matahari menghilang selama 70 tahun.

Dan periode ini dikenal sebagai “zaman es kecil”. Setelah itu, bintik matahari muncul lagi di tahun 1720, dan aktivitas matahari meningkat, hingga mencapai puncaknya, yaitu di tahun 1960.

Kini, semuanya semakin dramatis. Jika orang-orang Indian Maya itu tepat, maka…akan ada semacam ledakan matahari yang mencapai puncaknya di tahun 2012, di mana siklus bintik matahari akan mencapai puncaknya secara bersamaan dengan transitnya Planet Venus. Aku kemudian mengumpulkan berbagai data bencana alam, mulai dari tahun 1900 hingga sekarang.

Dan hasil pengamatanku, sangat menakutkan : jumlah, frekuensi dan kekuatan bencana alam, mulai dari gempa, letusan gunung hingga badai meningkat pesat sejak tahun 1960.

Para ilmuwan berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari masyarakat luas, dengan memusatkan perhatian kita pada “data rata-rata “ (average) saja, bukan data pertambahan jumlah bencana alam katastrofik .

Statistik yang diterbitkan dibuat sehalus mungkin, supaya tidak menakutkan, jadi hanya menampilkan jumlah rata-rata saja. Hal ini bertujuan untuk menutupi fakta bahwa jumlah kejadian bencana alam seperti aktivitas vulkanik, gempa, badai dan gejala alam lainnya,sesungguhnya meningkat tajam selama 45 tahun terakhir!

Apa yang menyebabkan para ilmuwan tidak transparan? Seolah-olah mereka membiarkan masyarakat luas “terlena”……!!! Ada apa sesungguhnya???

Rutinitas kesibukan dan berbagai problematika hidup, membuat kita nggak menyadari, bahwa sesungguhnya..di sekitar kita, perubahan-perubahan mulai terjadi. Kalau bencana itu bukan bencana besar, biasanya kita nggak menyadarinya.

Yang ingin saya tegaskan di sini adalah, para pemimpin bangsa Maya ribuan tahun lalu sudah mengetahui, bahwa pergerakan matahaari, saat memasuki periode ini, mengakibatkan peningkatan tajam pada jumlah bencana alam.

Matahari sesungguhnya merupakan semacam dynamo elektromagnetik yang mempengaruhi biosfir bumi. Jadi, akivitas matahari pasti berdampak pada planet bumi, sekecil apapun itu.

Sekarang, ayo kita melihat data yang ada! Di abad ke 19, jumlah gempa bumi yang tercatat ada 2119 kejadian, di seluruh dunia. Dan laporan statistic gempa tahun 1970 di Amerika, mencatat 4139 kejadian. Ini di Amerika saja. Bandingkan peningkatannya!

Dan, jumlah gempa terbanyak mulai bermunculan sejak tahun 1960. Menurut catatan, gempa terbesar saat itu terjadi di Chili. Bersamaan dengan ini, berbagai bencana lainnya susul menyusul, seperti : letusan gunung berapi skala besar, badai, topan dan angin putting beliung.

Pada tahun 1990, Gunung Popocatpetyl meletus, setelah selama berabad-abad tertidur. Dan beberapa gunung di Meksiko juga meletus tak lama setelahnya. Di abad 19, jumlah letusan gunung berapi bisa dihitung dengan jari. Tapi semenjak tahun 1960, letusan gunung berapi mulai bermunculan. Berikut, catatan daftar bencana badai tornado per decade :

Badai Tornado:

  1. Periode 1950an, ada 4796 kejadian
  2. Periode 1960an, ada 6813 kejadian
  3. Periode 1970an, ada 8580 kejadian
  4. Periode 1980an, ada 8196 kejadian
  5. Periode 1990an sampai hari ini, lebih dari 10.000 kejadian!!
Pada tiap decade, pertambahan jumlah tornado dahsyat semakin tinggi. Ada 13 kasus tornado di tahun 1996, dan 28 kasus di tahun 1998. Menurut laporan UNISDR (United Nastions Disaster Reduction Agency) terbitan 17 September 2004, bencana alam meningkat tajam jumlahnya, dengan skala global. Pada tahun 2003, sebanyak 254 juta orang terkena dampak berbagai bencana alam yang terjadi. Dan jumlah kasusnya, 3 kali lipat dari tahun 1990.

Menurut statistic milik Pusat Riset Epidemiologi Bencana Alam di Universitas Louvain, Belgia, selama satu decade terakhir, pertambahan jumlah korban bencana alam sangat pesat.

Kesimpulan ini sejalan dengan pernyataan dari Zurich Re, perusahaan asuransi terbesar dunia, yang mengatakan bahwa “sejak tahun 1960, bencana alam bagaikan industri yang perkembangannya begitu pesat.”

Para ilmuwan kita baru saja menemukan fakta yang telah diketahui oleh para ilmuwan kuno, ribuan tahun yang lalu, bahwa bumi harus melalui siklus periodic yang menyebabkan kejadian bencana alam meningkat pesat.

Namun, para ilmuwan kita belum menyadari bahwa siklus ini dipengaruhi fluktuasi bintik matahari. Inilah inti dari pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan kuno. Jangan salah paham dulu, aku belum menyimpulkan apa-apa, dan tidak membuat klaim apapun.

Sejauh pengamatanku, system pengamatan bintik matahari ini sudah dikembangkan sejak lama. Dan aku berharap, berbagai kejadian yang melanda planet kita ini, bisa membuat semua orang menyadarinya. Saat ini, kita semua sedang menghitung mundur ke tahun 2012, dan bumi makin bergejolak, luapan gas panas, banjir, longsor, lahar dan letusan gunung terjadi di mana-mana.

Saya pernah membuat beberapa prediksi mengenai pemahaman ini. Saya pernah menegaskan, bahwa kita semua akan mulai merasakan akselerasi pertambahan bencana alam, saat transit planet Venus tahap pertama dimulai, yaitu tahun 2004. Ini berarti, kita sudah masuk di Era Portal, dan apa maksudnya?

Lihat saja, jumlah aktivitas vulkanik meningkat tajam. Semuanya dimulai pada tanggal 22 Juni 2004, saat Gunung Ijen di Jawa, Indonesia, tiba-tiba aktif. Kemudian tanggal 29 Juni, gunung Bezymianny di Rusia meletus. Di Juli 2004, tercatat 8 gunung susul menyusul meletus di seluruh dunia, mulai dari Jepang, Amerika Tengah, sampai Indonesia.

Bulan Agustus, letusan kembali terjadi di kawasan selatan Samudera Atlantik, Papua Nugini dan IndonesiaKondisi ini bukanlah aktivitas vulkanik normal. Tak mungkin bisa susul menyusul secepat itu. Kejadian vulkanik semakin intens di bulan September 2004.

Ada 15 gunung tercatat aktif dengan aktivitas vulkanik yang mengakibatkan gempa skala sedang. Di bulan September 2004, Gunung Aetna di Itali, Mauna Loa di Hawaii dan Gunung Kiki di Jepang secara bersamaan aktif, disusul gunung-gunung yang ada di Kolombia, Alaska, Indonesia, Kongo dan Rusia.

Pada tanggal 5 Oktober 2004, tercatat 10 gunung bersamaan kembali aktif, seiring meletusnya Gunung St.Helens.

Gempa dan Letusan gunung berapi skala besar terus menunjukkan pertambahan, pada setiap decade :

Aktivitas Vulkanik tahun 2004 ( Periode Bulan Juni-Oct 8, 2004)

  1. June 10 — Kamchatka Peninsula, Russia – 6.9M
  2. June 28 — Illinois — 4.2M
  3. June 28 – Selatan Timur Alaska — 6.8M
  4. July 01 – Timur Turkey — 5.2M
  5. July 24 – Selatan Sumatra Indonesia — 7.3M
  6. September 05 – Pantai Selatan Barat Honshu, Jepang — 7.2M
  7. September 05 – Pantai Selatan Honshu, Jepang — 7.4M
  8. September 28 — California — 6.0M
  9. October 08 – Kepulauan Solomon — 6.8M
  10. October 08 — Mindoro, Filipina — 6.5M
  11. October 09 – Dekat pantai Nicaragua — 6.
Jika kita mundur ke 5-6 dekade lalu, maka tingkat aktivitas vulkanik dan gempa jauh lebih kecil dibandingkan data ini. Hal ini membuktikan, adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang pesat sejak tahun 1960.

Semua ini sesuai dengan prediksi para Pemuka bangsa Maya. Peningkatan berbagai bencana alam dan aktivitas vulkanik mencapai titik puncaknya antara tahun 2010 hingga 2012. Apakah ini berarti dunia akan berakhir?? Apakah ini berarti, punahnya kehidupan??

Prediksi Indian Maya tentang 2012 tidak menyebutkan tentang punahnya kehidupan, tapi, bagi mereka, 2012 adalah AKHIR dari siklus periode 5000 tahun tersebut. Kita semua telah menjadi saksi ganasnya bencana alam yang terjadi di seluruh dunia dan perubahan-perubahan iklim yang dramatis.

Maksud tulisanku, bukanlah menciptakan kepanikan, atau ketakutan. Kita harus menggunakan pengetahuan kuno ini untuk mempersiapkan diri menghadapi era kekacauan yang sedang kita jelang. Perubahan-perubahan sudah terjadi. Mulai sekarang, perhatikanlah alam lebih seksama.

Sadarkah Anda, bahwa para ilmuwan kita sepanjang decade ini begitu intens mempelajari, memantau dan berusaha mengembangkan formula untuk memprediksi bencana alam, seperti gempa, letusan gunung, badai dan lain-lainnya? Ada satu kepanikan di kalangan para ilmuwan geologi yang tak disadari oleh masyarakat umum. Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?

Para ilmuwan ini tahu, sesuatu yang dahsyat akan terjadi. Para ahli fisika gempar ketika menyadari matahari mendadak mengalami rangkaian ledakan dan badai. Hal ini tak diduga, karena sepanjang tahun 1999 hingga 2001, kita sudah melalui periode siklus bintik matahari. Biasanya, sesudah siklus, matahari mengalami saat tenang. Tapi, ini tak terjadi! Malah aktivitasnya semakin bergolak.

Apa yang sesungguhnya terjadi, tak bisa diperkirakan secara akurat.

Pada tanggal 26 Desember 2004, satu dari empat gempa terbesar yang melanda planet ini terjadi, yaitu gempa berkekuatan 9 skala Richter, yang mengakibatkan gelombang tsunami dahsyat di Samudera Hindia. Sampai hari ini, aktivitas vulkanik di seluruh dunia tercatat masih tinggi.

Di atas adalah sebuah artikel yang mungkin memberi sedikit gambaran terhadap kita apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling kita selama ini. Tetapi yakinlah, kiamat bukan kehendak manusia, Allah Maha Tahu akan sesuatu. Manusia hanya bisa mencoba dan berusaha namun hasil, Allah yang menentukan. Sedikit pencerahan agar kita tetap optimis dalam memandang kehidupan ini sebagai suatu sarana kita untuk mencapai kebahagiaan yang lebih hakiki dan abadi. Khalifah, itu adalah title kita di muka bumi ini, dan dengan title itu selayaknya kita menjaga dan memakmurkan bumi semampu kita terlepas dari semua kehendak dan hal-hal yang di luar jangkauan pemikiran kita,

Wallahu alam bissawab.

Selasa, 25 Agustus 2009

Tanda-Tanda Hari Kiamat Sudah Terjadi

Mendengar kata kiamat, tentunya kita akan segera berpikir tentang kehancuran dunia ini. Mungkin dapat dibayangkan seperti yang tertulis di dalam Al Qur'an dimana gunung-gunung dapat diterbangkan dengan mudahnya. Langit seakan pecah dan kemudian manusia-manusia bagaikan anai-anai yang ditebarkan. Sungguh, dimana hari dimana manusia akan melihat kuasa Tuhannya. Hanya dengan kuasa-Nya Dia mampu menabrakkan planet-planet di semesta ini sehingga benar-benar tidak ada lagi kehidupan. Ya, itu memang gambaran di Al Qur'an dan kita wajib mengimani hari kiamat tersebut sebagai syarat kesempurnaan rukun iman kita yang enam. Memang sebelum kiamat datang, Imam Mahdi akan turun ke bumi untuk menciptakan perdamaian di bumi ini. Dimana bumi saat itu sedang dilanda perseteruan dan krisis moral yang hebat sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatasi itu semua. Diceriterakan saat kemunculan Imam Mahdi, maka Dajal dan bala tentaranya(orang kafir) akan dimusnahkan dari muka bumi ini dan setelah itu akan ada zaman keemasan dimana Islam akan benar-benar menjadi rahmatan lil alamin. Baru setelah itu semua tercapai, kiamat dan akhir dari zaman ini akan benar-benar terjadi.

Baru-baru ini, mungkin tersiar banyak kabar mengenai isu kiamat tahun 2012. Ramalan bangsa maya yang mendukung bukti ilmiah dimana akan terjadi badai matahari yang hebat dan diperkirakan akan "menjilat" bumi kita tercinta, juga menjadi isu publik yang semakin membuat warga bumi menjadi merasa selalu resah dan bukan tidak mungkin akan menuju kelesuan kehidupan. Bangsa maya yang terkenal hebat dalam perhitungan kalender dan astronominya meramalkan akan terjadi babak baru dalam kehidupan dan itu mereka perkirakan terjadi di tahun 2012.

Mendengar berita ini, bagaimana kita menanggapinya? Kita tidak perlu khawatir kalau memang ramalan ataupun bukti ilmiah yang selama ini kita dengar akan benar-benar terjadi. Kita perlu tahu bahwa bumi ini memang sudah tua dan kiamat memang sudah dekat dengan melihat kejadian-kejadian yang beberapa dekade ini terjadi. Melihat dari segi moral manusia akhir-akhir ini, pantas kalau abad ini benar-benar dipilih untuk diselenggarakannya kiamat. Lepas dari keakuratan perhitungan tersebut, sebaiknya kita juga menyadari memang zaman ini sudah didesain untuk peperangan. Kita bisa lihat dimana perlombaan pembuatan senjata dan yang paling mutakhir adalah nuklir sudah dimulai. Selain itu, timur tengah dimana merupakan tempat yang menjadi lahan emas hitam menjadi perebutan antar bangsa di dunia. Selain itu umat Islam semakin dimusuhi dan terpojokkan. Jelas sudah dapat kita rasakan setelah terjadinya insiden WTC umat Islam seakan menjadi biang dari semuanya. Tanda-tanda berupa peristiwa-peristiwa aktual dan baru-baru ini memang sudah pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW (hadits) jauh sebelum abad ini ada. Tentunya kita sebagai manusia yang mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah dalam menyampaikan kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang kafir, kita juga sebaiknya mengetahui ramalan Rasulullah yang benar-benar terjadi akhir-akhir ini. Apa saja peristiwa-peristiwa yang diramalkan Rasulullah itu? Dan apakah bisa menjadi dasar akantanda-tanda kiamat dan munculnya Imam Mahdi? Berikut beberapa peristiwa yang menunjukkan kecocokkannya dengan hadits nabi.

  1. "Berhentinya sungai Eufrat adalah salah satu tanda datangnya Al Mahdi". Hadits tersebut adalah ramalan yang tepat kepada kejadian yang berlangsung di tahun 1975. Dimana di tahun itu ada pembangunan bendungan setinggi 210 meter dan menghentikan aliran sungai Eufrat.
  2. Hadits berikutnya masih berhubungan dengan sungai Eufrat, "Hari kiamat tak akan terjadi sebelum sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas, yang mendorong manusia berperang, 99 dari 100 orang akan tewas dan setiap dari mereka berkata "Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup". Ahli tafsir hadits menafsirkan hadits tersebut merupakan ramalan terhadap kejadian pasca dibangunnya bendungan tersebut. Dimana Sungai Eufrat yang terhenti alirannya, menjadi lahan yang digunakan untuk perekonomian penduduk, pemukiman, pembangunan listrik dan sebagainya. "..dan menyingkapkan gunung emas...", pernyataan hadits ini terbukti setelah Amerika Serikat yang masih dipimpin oleh Bush berusaha menguasai daerah tersebut karena berdasarkan foto satelit, di daerah dasar sungai Eufrat terdapat timbunan emas. Adanya emas di daerah tersebut memicu peperangan untuk menguasai daerah tersebut dan penduduk yang hidup di daerah tersebut menjadi korban dari peperangan dan teror yang dilancarkan Amerika Serikat. Ini sangat cocok dengan hadits nabi yang mengatakan "...yang mendorong manusia berperang...".
  3. "Akan ada dua gerhana di bulan Ramadhan sebelum Al Mahdi muncul". Hadits di atas menjelaskan bahwa hari kiamat akan datang setelah ada dua gerhana yang terjadi di bulan Ramadhan di tahun yang sama. Memang peristiwa gerhana merupakan peristiwa alam biasa yang sering dan berulang kali terjadi di bumi. Namun menjadi sangat tak biasa jika dua gerhana yaitu gerhana bulan dan matahari terjadi di waktu yang hampir berdekatan. Faktanya di tahun 1401 H atau 1981 M telah terjadi dua gerhana di bulan Ramadhan, yakni gerhana bulan pada tanggal 15 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 29 Ramadhan. Kemudia di tahun berikutnya, 1402 H atau 1982 M terjadi hal serupa dimana gerhana bulan terjadi pada tanggal 14 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 28 Ramadhan.
  4. "Sebelum ia (Al Mahdi) datang, sebuah komet yang menebarkan cahaya akan terbit dari timur. Kemunculan bintang itu akan mengikuti gerhana matahari dan bulan" . Pada tahun 1986 M atau 1406 H telah terlihat dari bumi sebuah komet yang diberi nama komet Halley yang memiliki periodik kemunculan 76 tahun terbit dari arah timur ke barat sesuai dengan hadits nabi. Komet Halley ini diyakini melintas dan bertepatan dengan peristiwa-peristiwa besar dahulu. Komet ini melintas di saat kaum Nuh dihancurkan oleh banjir besar, Nabi Ibrahim dibakar dan Firaun dan kaumnya yang melawan Nabi Musa dibinasakan di Laut Merah. Kemunculan terakhir komet ini menegaskan kembali hadits nabi akan kedatangan Al Mahdi.
  5. "Orang-orang pergi melaksanakan haji tanpa imam yang membimbing mereka. Ketika mereka turun ke Mina, bangsa-bangsa akan saling menganiaya bagaikan anjing-anjing dan akan terjadi perang besar hingga kaki digenangi danau darah". Peristiwa yang disebutkan dalam hadits di atas benar-benar terjadi di tahun 1979 tepatnya tanggal 21 September dimana pembantaian dan pertikaian antara militan Iran dan Saudi menyebabkan 30 0rang meninggal dan 90 orang disandera. Kejadian ini memaksa shalat Jumat di musim Haji itu tidak dapat dilaksanakan. Tujuh tahun setelah peristiwa itu, terjadi peristiwa yang lebih buruk lagi dimana koraban meninggal sebanyak 402 orang jauh lebih banyak daripada peristiwa sebelumnya. Peristiwa ini bisa menjadi realisasi dari pernyataan hadits nabi di atas akan kedatangan Al Mahdi.
  6. "Api akan meliputimu. Api itu saat ini padam di lembah bernama Berehut. Orang-orang akan terkepung api itu di dalam penderitaan hebat. Api itu akan membakar dan memusnahkan manusia dan harta benda. Selama delapan hari api itu akan menggelora di dunia bagaikan angin dan awan. Panasnya malam lebih terik daripada siang. Api itu merentang dari kepala manusia hingga langit tertinggi dan ada bising yang keras bagaikan guntur di antara bumi dan langit". Pada awal tahun 1990 teejadi perang di Timur Tengah antara Irak dan Kuwait. Peperangan yang sengit mengakibatkan PBB turun tangan menangani peperangan tersebut. "Api ini padam di lembah bernama Berehut..". Pernyataan ini memiliki makna tersirat bahwa yang dimaksud api padam adalah bahan bakar yang tersimpan di sebuah sumur bernama Berehut. Bahan bakar tersebut tak lain adalah minyak bumi yang keluar dari sumur Berehut. Saat perang Teluk pecah, daerah itu terbakar dan seperti apa yang dinyatakan dalam hadits Rasulullah, nyala api tersebut benar-benar membakar manusia disekitarnya.
  7. "Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh pemimpin mereka dan titah-titahnya". Anwar Sadat penguasa MEsir dibunuh tahun 1981. Kata Syam tidak hanya merujuk Damaskus, tetapi kata ini yang dalam bahasa Arab berarti kiri ini merujuk pada negara-negara yang berada di sisi kiri. Faktanya, petinggi-petinggi di daerah ini tewas dibunuh saat memimpin negaranya. Berikut diantaranya:1920, Saiah Al Deen Beetar mantan presiden Syiria. 1921, Droubi Pasha Perdana Menteri Suriah. 1949, Muhsin Al Barazi Perdana Menteri Suriah. 1951, Raja Abdullah dari Yordania. 1982, Bashir Gemayel
  8. "Taliqan (sebuah daerah di Afghanistan) yang miskin dan sengsara, di tempat itu ada harta Allah, bukan emas dan perak, tetapi berupa orang-orang yang telah mengakui Allah sebagaimana mestinya". Hadits tersebut menerangka tentang terjadinya masa-masa kelam Afghanistan hingga sekarang. Dari masa pendudukan Uni Soviet sampai pendudukan Amerika Serikat ditambah perang saudara yang berlarut-larut menunjukkan daerah ini memang diperkirakan menjadi medan pertempuran.
Selain peristiwa-peristiwa khusus tadi, banyak peristiwa-peristiwa yang bisa kita lihat dari berbagai media yang menunjukkan indikasi akan terjadinya perang dunia ketiga. Seperti kita tahu, timur tengah masih dihadapkan dengan konflik yang tak kunjung reda. Sementara itu negara-negara adikuasa berlomba-lomba memperkuat pasukan militer mereka di negara lain yang ingin dikuasai. Demikian pula dengan peristiwa teror yang sudah terjadi di mana-mana termasuk Indonesia sehingga manusia sudah merasa tidak aman lagi. Terorisme, peperangan dan pertikaian akan semakin menguatkan bahwa zaman sudah mendekati kebinasaanya. Dibutuhkan seorang pemimpin yang sanggup meredakan itu semua dan benar-benar mencipatakan suatu zaman yang disebut zaman keemasan. Al Mahdi tak lain dan tak bukan. Setelah berhasil menjalankan tugasnya di bumi ini, maka sesuai dengan janji Allah, kiamat akan segera diselenggarakan.

Secara sederhana kita dapat mengatakan memang sudah saatnya dunia ini akan berakhir. Melihat tanda-tanda yang sudah tak terperikan lagi, Allah, Dzat Yang Maha Penyayang mungkin tidak ingin bumi beserta manusia-manusia beriman dan mengakui-Nya sebagaimana mestinya selalu dirundung oleh kepedihan akan pertikaian dan rasa tidak aman di dunia.
Sudah saatnya kita menginstropeksi diri dan mempersiapkan bekal menuju alam keabadian kita. Selama udara masih berlalu lalang di tenggorokkan kita, Sebaiknya kita harus otimis dalam menjalani kehidupan ini. Tak ada yang sia-sia selama apa yang kita perbuat kita niatkan kepada Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang diridhoinya.

Wallahu alam bisswwab..

(sumber : Harun Yahya)