Halaman

Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2009

Tanda-Tanda Hari Kiamat Sudah Terjadi

Mendengar kata kiamat, tentunya kita akan segera berpikir tentang kehancuran dunia ini. Mungkin dapat dibayangkan seperti yang tertulis di dalam Al Qur'an dimana gunung-gunung dapat diterbangkan dengan mudahnya. Langit seakan pecah dan kemudian manusia-manusia bagaikan anai-anai yang ditebarkan. Sungguh, dimana hari dimana manusia akan melihat kuasa Tuhannya. Hanya dengan kuasa-Nya Dia mampu menabrakkan planet-planet di semesta ini sehingga benar-benar tidak ada lagi kehidupan. Ya, itu memang gambaran di Al Qur'an dan kita wajib mengimani hari kiamat tersebut sebagai syarat kesempurnaan rukun iman kita yang enam. Memang sebelum kiamat datang, Imam Mahdi akan turun ke bumi untuk menciptakan perdamaian di bumi ini. Dimana bumi saat itu sedang dilanda perseteruan dan krisis moral yang hebat sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat mengatasi itu semua. Diceriterakan saat kemunculan Imam Mahdi, maka Dajal dan bala tentaranya(orang kafir) akan dimusnahkan dari muka bumi ini dan setelah itu akan ada zaman keemasan dimana Islam akan benar-benar menjadi rahmatan lil alamin. Baru setelah itu semua tercapai, kiamat dan akhir dari zaman ini akan benar-benar terjadi.

Baru-baru ini, mungkin tersiar banyak kabar mengenai isu kiamat tahun 2012. Ramalan bangsa maya yang mendukung bukti ilmiah dimana akan terjadi badai matahari yang hebat dan diperkirakan akan "menjilat" bumi kita tercinta, juga menjadi isu publik yang semakin membuat warga bumi menjadi merasa selalu resah dan bukan tidak mungkin akan menuju kelesuan kehidupan. Bangsa maya yang terkenal hebat dalam perhitungan kalender dan astronominya meramalkan akan terjadi babak baru dalam kehidupan dan itu mereka perkirakan terjadi di tahun 2012.

Mendengar berita ini, bagaimana kita menanggapinya? Kita tidak perlu khawatir kalau memang ramalan ataupun bukti ilmiah yang selama ini kita dengar akan benar-benar terjadi. Kita perlu tahu bahwa bumi ini memang sudah tua dan kiamat memang sudah dekat dengan melihat kejadian-kejadian yang beberapa dekade ini terjadi. Melihat dari segi moral manusia akhir-akhir ini, pantas kalau abad ini benar-benar dipilih untuk diselenggarakannya kiamat. Lepas dari keakuratan perhitungan tersebut, sebaiknya kita juga menyadari memang zaman ini sudah didesain untuk peperangan. Kita bisa lihat dimana perlombaan pembuatan senjata dan yang paling mutakhir adalah nuklir sudah dimulai. Selain itu, timur tengah dimana merupakan tempat yang menjadi lahan emas hitam menjadi perebutan antar bangsa di dunia. Selain itu umat Islam semakin dimusuhi dan terpojokkan. Jelas sudah dapat kita rasakan setelah terjadinya insiden WTC umat Islam seakan menjadi biang dari semuanya. Tanda-tanda berupa peristiwa-peristiwa aktual dan baru-baru ini memang sudah pernah diungkapkan oleh Rasulullah SAW (hadits) jauh sebelum abad ini ada. Tentunya kita sebagai manusia yang mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah dalam menyampaikan kabar gembira bagi orang beriman dan peringatan bagi orang kafir, kita juga sebaiknya mengetahui ramalan Rasulullah yang benar-benar terjadi akhir-akhir ini. Apa saja peristiwa-peristiwa yang diramalkan Rasulullah itu? Dan apakah bisa menjadi dasar akantanda-tanda kiamat dan munculnya Imam Mahdi? Berikut beberapa peristiwa yang menunjukkan kecocokkannya dengan hadits nabi.

  1. "Berhentinya sungai Eufrat adalah salah satu tanda datangnya Al Mahdi". Hadits tersebut adalah ramalan yang tepat kepada kejadian yang berlangsung di tahun 1975. Dimana di tahun itu ada pembangunan bendungan setinggi 210 meter dan menghentikan aliran sungai Eufrat.
  2. Hadits berikutnya masih berhubungan dengan sungai Eufrat, "Hari kiamat tak akan terjadi sebelum sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan gunung emas, yang mendorong manusia berperang, 99 dari 100 orang akan tewas dan setiap dari mereka berkata "Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup". Ahli tafsir hadits menafsirkan hadits tersebut merupakan ramalan terhadap kejadian pasca dibangunnya bendungan tersebut. Dimana Sungai Eufrat yang terhenti alirannya, menjadi lahan yang digunakan untuk perekonomian penduduk, pemukiman, pembangunan listrik dan sebagainya. "..dan menyingkapkan gunung emas...", pernyataan hadits ini terbukti setelah Amerika Serikat yang masih dipimpin oleh Bush berusaha menguasai daerah tersebut karena berdasarkan foto satelit, di daerah dasar sungai Eufrat terdapat timbunan emas. Adanya emas di daerah tersebut memicu peperangan untuk menguasai daerah tersebut dan penduduk yang hidup di daerah tersebut menjadi korban dari peperangan dan teror yang dilancarkan Amerika Serikat. Ini sangat cocok dengan hadits nabi yang mengatakan "...yang mendorong manusia berperang...".
  3. "Akan ada dua gerhana di bulan Ramadhan sebelum Al Mahdi muncul". Hadits di atas menjelaskan bahwa hari kiamat akan datang setelah ada dua gerhana yang terjadi di bulan Ramadhan di tahun yang sama. Memang peristiwa gerhana merupakan peristiwa alam biasa yang sering dan berulang kali terjadi di bumi. Namun menjadi sangat tak biasa jika dua gerhana yaitu gerhana bulan dan matahari terjadi di waktu yang hampir berdekatan. Faktanya di tahun 1401 H atau 1981 M telah terjadi dua gerhana di bulan Ramadhan, yakni gerhana bulan pada tanggal 15 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 29 Ramadhan. Kemudia di tahun berikutnya, 1402 H atau 1982 M terjadi hal serupa dimana gerhana bulan terjadi pada tanggal 14 Ramadhan dan gerhana matahari pada tanggal 28 Ramadhan.
  4. "Sebelum ia (Al Mahdi) datang, sebuah komet yang menebarkan cahaya akan terbit dari timur. Kemunculan bintang itu akan mengikuti gerhana matahari dan bulan" . Pada tahun 1986 M atau 1406 H telah terlihat dari bumi sebuah komet yang diberi nama komet Halley yang memiliki periodik kemunculan 76 tahun terbit dari arah timur ke barat sesuai dengan hadits nabi. Komet Halley ini diyakini melintas dan bertepatan dengan peristiwa-peristiwa besar dahulu. Komet ini melintas di saat kaum Nuh dihancurkan oleh banjir besar, Nabi Ibrahim dibakar dan Firaun dan kaumnya yang melawan Nabi Musa dibinasakan di Laut Merah. Kemunculan terakhir komet ini menegaskan kembali hadits nabi akan kedatangan Al Mahdi.
  5. "Orang-orang pergi melaksanakan haji tanpa imam yang membimbing mereka. Ketika mereka turun ke Mina, bangsa-bangsa akan saling menganiaya bagaikan anjing-anjing dan akan terjadi perang besar hingga kaki digenangi danau darah". Peristiwa yang disebutkan dalam hadits di atas benar-benar terjadi di tahun 1979 tepatnya tanggal 21 September dimana pembantaian dan pertikaian antara militan Iran dan Saudi menyebabkan 30 0rang meninggal dan 90 orang disandera. Kejadian ini memaksa shalat Jumat di musim Haji itu tidak dapat dilaksanakan. Tujuh tahun setelah peristiwa itu, terjadi peristiwa yang lebih buruk lagi dimana koraban meninggal sebanyak 402 orang jauh lebih banyak daripada peristiwa sebelumnya. Peristiwa ini bisa menjadi realisasi dari pernyataan hadits nabi di atas akan kedatangan Al Mahdi.
  6. "Api akan meliputimu. Api itu saat ini padam di lembah bernama Berehut. Orang-orang akan terkepung api itu di dalam penderitaan hebat. Api itu akan membakar dan memusnahkan manusia dan harta benda. Selama delapan hari api itu akan menggelora di dunia bagaikan angin dan awan. Panasnya malam lebih terik daripada siang. Api itu merentang dari kepala manusia hingga langit tertinggi dan ada bising yang keras bagaikan guntur di antara bumi dan langit". Pada awal tahun 1990 teejadi perang di Timur Tengah antara Irak dan Kuwait. Peperangan yang sengit mengakibatkan PBB turun tangan menangani peperangan tersebut. "Api ini padam di lembah bernama Berehut..". Pernyataan ini memiliki makna tersirat bahwa yang dimaksud api padam adalah bahan bakar yang tersimpan di sebuah sumur bernama Berehut. Bahan bakar tersebut tak lain adalah minyak bumi yang keluar dari sumur Berehut. Saat perang Teluk pecah, daerah itu terbakar dan seperti apa yang dinyatakan dalam hadits Rasulullah, nyala api tersebut benar-benar membakar manusia disekitarnya.
  7. "Penduduk Mesir dan Syam akan membunuh pemimpin mereka dan titah-titahnya". Anwar Sadat penguasa MEsir dibunuh tahun 1981. Kata Syam tidak hanya merujuk Damaskus, tetapi kata ini yang dalam bahasa Arab berarti kiri ini merujuk pada negara-negara yang berada di sisi kiri. Faktanya, petinggi-petinggi di daerah ini tewas dibunuh saat memimpin negaranya. Berikut diantaranya:1920, Saiah Al Deen Beetar mantan presiden Syiria. 1921, Droubi Pasha Perdana Menteri Suriah. 1949, Muhsin Al Barazi Perdana Menteri Suriah. 1951, Raja Abdullah dari Yordania. 1982, Bashir Gemayel
  8. "Taliqan (sebuah daerah di Afghanistan) yang miskin dan sengsara, di tempat itu ada harta Allah, bukan emas dan perak, tetapi berupa orang-orang yang telah mengakui Allah sebagaimana mestinya". Hadits tersebut menerangka tentang terjadinya masa-masa kelam Afghanistan hingga sekarang. Dari masa pendudukan Uni Soviet sampai pendudukan Amerika Serikat ditambah perang saudara yang berlarut-larut menunjukkan daerah ini memang diperkirakan menjadi medan pertempuran.
Selain peristiwa-peristiwa khusus tadi, banyak peristiwa-peristiwa yang bisa kita lihat dari berbagai media yang menunjukkan indikasi akan terjadinya perang dunia ketiga. Seperti kita tahu, timur tengah masih dihadapkan dengan konflik yang tak kunjung reda. Sementara itu negara-negara adikuasa berlomba-lomba memperkuat pasukan militer mereka di negara lain yang ingin dikuasai. Demikian pula dengan peristiwa teror yang sudah terjadi di mana-mana termasuk Indonesia sehingga manusia sudah merasa tidak aman lagi. Terorisme, peperangan dan pertikaian akan semakin menguatkan bahwa zaman sudah mendekati kebinasaanya. Dibutuhkan seorang pemimpin yang sanggup meredakan itu semua dan benar-benar mencipatakan suatu zaman yang disebut zaman keemasan. Al Mahdi tak lain dan tak bukan. Setelah berhasil menjalankan tugasnya di bumi ini, maka sesuai dengan janji Allah, kiamat akan segera diselenggarakan.

Secara sederhana kita dapat mengatakan memang sudah saatnya dunia ini akan berakhir. Melihat tanda-tanda yang sudah tak terperikan lagi, Allah, Dzat Yang Maha Penyayang mungkin tidak ingin bumi beserta manusia-manusia beriman dan mengakui-Nya sebagaimana mestinya selalu dirundung oleh kepedihan akan pertikaian dan rasa tidak aman di dunia.
Sudah saatnya kita menginstropeksi diri dan mempersiapkan bekal menuju alam keabadian kita. Selama udara masih berlalu lalang di tenggorokkan kita, Sebaiknya kita harus otimis dalam menjalani kehidupan ini. Tak ada yang sia-sia selama apa yang kita perbuat kita niatkan kepada Allah SWT. Semoga Allah selalu menuntun kita ke jalan yang diridhoinya.

Wallahu alam bisswwab..

(sumber : Harun Yahya)

Minggu, 10 Mei 2009

Berusaha Menjadi Kaya Raya...

Apa yang terlintas di benak kita jika mendengar kata di atas? Mungkin sebagian beranggapan terlalu materialistis atau beberapa yang lain mengatakan:"Kehidupan akhirat lebih penting!". Ehm,memang ada benarnya jika kita artikan demikian. Kita tidak boleh materialistis dan tidak hanya memikirkan dunia saja. Tapi apakah Allah sendiri melarang kita untuk menjadi seorang kaya raya? Bahkan Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah seorang pengusaha rangkap manajer yang kaya raya. Berkat kerja keras dan keuletan Beliau ,beliau bisa menjadi seorang pebisnis handal. Islam juga melarang umatnya menjadi seorang pengemis, seorang yang hanya mengadahkan tangannya menunggu belas kasihan orang lain. Tunggu dulu, pengemis bukan berarti dia harus berada di perempatan jalan sambil membawa kaleng bekas dan berpakaian compang-camping. Sekarang,wujud pengemis tidak hanya seperti itu. Sebagai contoh antara lain:peneliti perguruan tinggi yang berusaha mencari dana dari negara atau lembaga asing guna mengembangkan penelitiannya atau sekedar mencukupi kebutuhannya. Sungguh memilukan. Kajian ilmu pengetahuan dihambat oleh kekurangan dana dan harus "mengemis" kepada lembaga/negara asing. Lebih memilukan lagi adalah mahasiswa-mahasiswa yang mau disuap oleh pihak tertentu untuk melakukan demonstrasi kepada pemerintahan. Mungkin anda berkata "Itu bukan pengemis!". Bisa jadi ya. Tetapi seberapa persen anda yakin mahasiswa itu sepenuh hati melakukan demonstrasi tanpa ada "uang belas kasihan"? Satu lagi "pengemis" yang belum disebutkan yaitu seorang pemuda yang masih meminta uang atau harta dari orang tuanya walaupun dia bisa bekerja. Ini adalah salah satu fenomena di mana mental pemuda Indonesia yang miskin jiwa kewirausahaan dan berharap kejatuhan harta orang tuanya. Ironis sekali.
Memang zaman serba sulit dan kekayaan yang ingin dicapai membutuhkan jalan yang panjang dan usaha keras. Tapi, Allah sudah menyeru kepada umatnya untuk bekerja keras mencari rizki di bumi ini. Allah tidak menyukai orang-orang pemalas. Rasulullah pun menjadi seorang pengusaha kaya-raya tidak hanya karena kasih sayang Allah kepada utusannya. Rasulullah sebagai manusia biasa juga membutuhkan perjuangan keras untuk mencapai keberhasilannya. Berikut sekilas tentang keberhasilan karir Rasulullah.
  • Rasulullah pertama kali menjadi seorang "E" atau employee (pegawai) dari seorang saudagar kaya Siti Khadijah. Beliau adalah suri teladan yang baik di mana saja termasuk dalam hal pekerjaan. Dikisahkan beliau adalah seorang yang jujur dalam berdagang,tidak menyembunyikan kecacatan barang dagangan,tidak mengurangi timbangan dan pernah suatu ketika beliau tetap setia menunggu seorang pelanggan yang lupa datang untuk bertransaksi sampai berhari-hari lamanya. Ini merupakan bukti bahwa walaupun sebagai seorang "sales" bukan berarti menghambat diri untuk selalu menjadi seorang yang bisa berbuat lebih baik kepada "perusahaan".
  • Karena kejujuran dan cara berdagang yang yang disukai pelanggan ,maka Siti Khadijah mengangkat Rasulullah menjadi seorang manajer yang mengendalikan seluruh aktivitas bisnis Siti Khadijah. Sebagai seorang manajer,tindak-tanduk Rasulullah sangatlah terpelihara dan wajib kita teladani.Beliau berhasil mengembangkan usaha Siti Khadijah hingga usahanya terkenal di seluruh kota Mekah saat itu.
  • Setelah pernikahan Rasulullah dengan pemilik usaha beliau,Rasulullah merangkap menjadi pemilik selain menjadi seorang manajer. Bukan berarti karena sebuah pernikahan beliau dapat menjadi pemilik sekaligus pemimpin perusahaan,melainkan beliau sangat memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab penuh terhadap usahanya. Gaya kepemimpinan seorang Rasul kita ini menjadi acuan yang baik dalam memimpin sebuah organisasi. Setelah kepemimpinan beliau,perusahaan Rasulullah menjadi yang terkenal dan terkaya saat itu.
  • Kekayaan Rasulullah bukan berarti sebagai alat untuk bersenang-senang,melainkan dengan kekayaan itu Rasulullah menghabiskannya di jalan Allah untuk berperang dan berjihad. Bagaimana kehidupan Rasulullah setelah memiliki harta yang cukup banyak itu? Sederhana adalah kata yang tepat menggambarkan kehidupan Rasulullah. Harta benda beliau hanya digunakan untuk jalan Allah. Selain jihad, rasa sosial Rasulullah sangatlah besar. Begitu dermawannya Rasulullah sampai-sampai pada suatu hari beliau menawarkan kepada seorang peminta-minta untuk mengambil apa yang dia mau dari Rasulullah setelah empat hari berturut-turut peminta-minta itu mengemis kepada Rasulullah dan tepat pada hari keempat Rasulullah tidak mempunyai uang.
Dari sekilas kisah di atas sangat pantas jika mengatakan Rasulullah pun mengajarkan kepada kita semua untuk menjadi kaya-raya. Seorang pegawai pun akan mencapai kekayaannya jika dia sungguh-sungguh dan bersyukur dalam menjalani pekerjaannya. Namun,sekali lagi kaya-raya yang diharapkan Rasulullah memberi hikmah kepada kita agar kita tidak miskin hati. Kaya raya adalah ketika kita menemukan sesuatu yang lebih penting daripada harta kekayaan kita yang berarti kita harus kaya hati dan selalu bersyukur terhadap kekayaan yang Dia berikan kepada kita baik kesehatan,Islam maupun Iman.
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur(Q.S Al Jaatsiyah:12).
Waalllahu alam bis sawwab...

Selasa, 23 Desember 2008

Sehat Ala Rasulullah SAW

Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban
Konon, selama hidupnya Rasulullah SAW hanya sakit dua kali. Yaitu setelah menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat. Yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang sangat parah, hingga akhirnya meninggal. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasul mengalami sakit lebih dari dua kali.
Berapa pun jumlahnya, dua, tiga atau empat kali, memperjelas gambaran bahwa beliau memiliki fisik sehat dan daya tahan luar biasa. Padahal kondisi alam Jazirah Arabia waktu itu terbilang keras, tandus dan kurang bersahabat. Siapa pun yang mampu bertahan puluhan tahun dalam kondisi tersebut, plus berpuluh kali peperangan yang dijalaninya, pastilah memiliki daya tahan tubuh yang hebat.
Mengapa Rasulullah SAW jarang sakit? Pertanyaan ini menarik untuk dikemukakan. Secara lahiriah, Rasulullah SAW jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Jika kita telaah Alquran dan Sunnah, maka kita akan menemukan sekian banyak petunjuk yang mengarah pada upaya pencegahan. Hal ini mengindikasikan betapa Rasulullah SAW sangat peduli terhadap kesehatan. Dalam Shahih Bukhari saja tak kurang dari 80 hadits yang membicarakan masalah ini. Belum lagi yang tersebar luas dalam kitab Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Tirmidzi, Baihaqi, Ahmad, dsb.
Cara Rasulullah menjaga kesehatan
Ada beberapa kebiasaan positif yang membuat Rasulullah SAW selalu tampil fit dan jarang sakit. Di antaranya:
Pertama, selektif terhadap makanan. Tidak ada makanan yang masuk ke mulut beliau, kecuali makanan tersebut memenuhi syarat halal dan thayyib (baik). Halal berkaitan dengan urusan akhirat, yaitu halal cara mendapatkannya dan halal barangnya. Sedangkan thayyib berkaitan dengan urusan duniawi, seperti baik tidaknya atau bergizi tidaknya makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan air lir dan pencernaan. Rasul bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran” (HR. Ibnu Majah dan Hakim).
Kedua, tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Aturannya, kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Disabdakan : ”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Ketiga, makan dengan tenang, tuma’ninah, tidak tergesa-gesa, dengan tempo sedang. Apa hikmahnya ? Cara makan seperti ini akan menghindarkan tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan pun jadi lebih ringan. Makanan pun bisa dikunyah dengan lebih baik, sehingga kerja organ pencernaan bisa berjalan sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna. Dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.
Keempat, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Biasanya, Rasulullah SAW bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu yang diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekadar yang dibutuhkan. Penelitian Daniel F Kripke, ahli psikiatri dari Universitas California menarik untuk diungkapkan. Penelitian yang dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30 -120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari memiliki resiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang biasa tidur 6-7 jam sehari. Nah, Rasulullah SAW biasa tidur selepas Isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidurnya pun sarat makna, Subhanallah. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien. Pada saat itu makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar agar proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik lagi ke sebelah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai dari lambung. Hikmah lainnya, tidur dengan miring ke kanan menyebabkan beliau lebih mudah bangun untuk shalat malam.
Kelima, istiqamah melakukan shaum sunnah, di luar shaum Ramadhan. Karena itu, kita mengenal beberpa shaum sunnah yang beliau anjurkan, seperti Senin & Kamis, Ayyaumul Bith (puasa tiga hari tengah bulan hijriyah, tanggal 13,14,15), shaum Nabi Daud A.S, shaum enam hari di bulan Syawwal, dsb. Shaum adalah perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani maupun ruhani. Pengaruhnya dalam menjaga kesehatan, melebur berbagai berbagai ampas makanan, manahan diri dari makanan berbahaya sangat luar biasa. Shaum menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga. Shaum sangat ampuh untuk detoksifikasi (pembersihan racun) yang sifatnya total dan menyeluruh.
Selain lima cara hidup sehat ini, masih banyak kebiasaan Rasulullah SAW yang layak kita teladani. Dalam buku Jejak Sejarah Kedokteran Islam, Dr Ja’far Khadem Yamani mengungkapkan lebih dari 25 pola hidup Rasul berkait masalah kesehatan, sebagian besar bersifat pencegahan. Di antaranya cara bersuci, cara ”memanjakan” mata, keutamaan berkhitan, keutamaan senyum, dsb.
Yang tak kalah penting dari ikhtiar lahir, Rasulullah sangat mantap dalam ibadah ritualnya, khususnya dalam shalat. Beliau pun memiliki keterampilan paripurna dalam mengelola emosi, pikiran dan hati. Penelitian-penelitian terkini dalam bidang kesehatan membuktikan bahwa kemampuan dalam memenej (mengelola) hati, pikiran dan perasaan, serta ketersambungan yang intens dengan Dzat Yang Maha Tinggi akan menentukan kualitas kesehatan seseorang, jasmani maupun ruhani.
Sudahkah kita seperti beliau SAW ? Semoga saja …