Halaman

Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Berbisnis IT (2)

Melanjutkan posting sebelumnya (Berbisnis IT (1)), yang bercerita, why and why kita harus berbisnis (secara umum), posting kali ini akan spesifik pada bidang teknologi informasi (IT). Wait, jangan berasumsi yang tidak-tidak dulu. Banyak teman berkata kepada saya, membaca tulisan saya itu bagaikan diintimidasi. Hehe. Iya gitu? Mungkin. Karena tulisan saya beginilah adanya, tidak menukak nukik mencari dan menyasar target penggemar. Hanya berbagi, apa adanya. Tidak lebih.

Bukan suatu keharusan apabila Anda sebagai alumni/mahasiswa yang nyangkut di jurusan informatika atau IT membuka bisnis yang berhubungan dengan IT. Mengapa saya katakan "nyangkut"? Karena pada hakikatnya jurusan ini kebanyakan bukan jurusan yang sreg di hati, iya kan ? Ngaku saja. Hehe. Kecuali kalau memang yang bener-bener holik sama yang namanya komputer, mereka bisa enjoy dengan bidang ini. Okay, back to topic! Iya bukan suatu keharusan kita harus melanjutkan kompetensi di dunia kuliah ke dunia kerja. Bahkan tidak sedikit kan, yang pekerjaan setelah lulus itu sangat jauh dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. Jangan khawatir, saya tidak membahas itu.

Minggu, 11 Juli 2010

Teknologi Video Call

Latar Belakang
Dunia teknologi informasi dan telekomunikasi semakin canggih dan pesat dengan adanya perkembangan internet. Saat ini teknologi informasi dan telekomunikasi sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan sudah menjadi kebutuhan untuk memenuhi dan mendukung berbagai macam kegiatan, baik individu maupun organisasi.

Dengan teknologi, setiap orang dapat mengakses dan mendapat informasi secara cepat, tanpa mengenal batas-batas wilayah dan batasan waktu. Ini menyebabkan informasi menjadi sesuatu yang berharga dan sangat dibutuhkan guna mengambil keputusan, terutama dalam kegiatan bisnis.

Mulanya, informasi ataupun data yang dilewatkan melalui piranti teknologi informasi, internet, masih sebatas karakter teks yang direpresentasikan melalui ASCI code dan gambar yang terdiri dari bit-bit gambar . Sedangkan suara atau voice mulanya dilewatkan melalui jaringan kabel telepon ataupun sinyal seluler. Hal ini membuat data yang berupa suara dan karakter masih terpisah.

Oleh karena itu, muncul konsep agar gambar dan suara dapat dikirimkan sehingga merepresentasikan sumber suara yang dapat dilihat secara jarak jauh dan bersifat lebh dinamis dan real time saat digunakan. Konsep inilah yang merupakan cikal bakal lahirnya videophone yang kemudian dikenal di masyarakat sebagai video call. Video Call merupakan layanan untuk komunikasi suara di mana kedua pihak dapat saling melihat tampilan wajah lawan bicaranya. Video Call sudah mulai diminati pelanggan dalam 2 tahun belakangan ini. Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih membuat jarak yang jauh dibuat seakan-akan sangat dekat didukung dengan perangkat gadget yang juga mumpuni. Layanan Video call dapat membuat penggunanya bertatap muka langsung dan berkomunikasi melalui layar komputer sampai melalui layar ponsel sekalipun.


Sejarah Awal Video Call

Sekitar dua tahun setelah telepon pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell dan dipatenkan di Amerika serikat merupakan konsep awal dari gabungan videophone yang disebut telephonescope. Hal ini juga disebutkan dalam berbagai awal karya-karya fiksi ilmiah seperti Le Vingtième Siecle: La vie electrigue (The 20th Century: The Electrical Hidup) dan karya-karya lain yang ditulis oleh Albert Robida, dan juga membuat sketsa di berbagai kartun oleh George du Maurier sebagai fiksi penemuan Thomas Edision. Salah satu sketsa tersebut diterbitkan pada 9 Desember 1878 di majalah Punch. Diantara fungsi-fungsi lain, videophone memungkinkan pedagang untuk mengirim gambar dagangan mereka kepada pelanggan mereka. Dalam era sebelum munculnya lembaga penyiaran publik, listrik dipandang sebagai perangkat tambahan untuk pesawat telepon, sehingga menciptakan konsep videophone.

Videophone perlahan-lahan masuk ke masyarakat umum setelah 1950, meskipun 'telepon video' mungkin memasuki masa setelah 'video' diciptakan pada tahun 1935. Sebelum waktu itu tampaknya tidak ada istilah-istilah standar untuk'video telepon', dengan ekspresi seperti 'melihat-sound sistem televisi', 'visual radio' dan hampir 20 orang lain yang menggunakannya untuk menggambarkan penggabungan telegraf dan telepon, Televisi dan radio teknologi yang digunakan pada awal percobaan. Satu teknologi pendahulu videophone adalah mesin teleostereograph dikembangkan oleh AT & T Bell Labs pada tahun 1920, yang merupakan pendahulu dari today's faks ( faksimili ) mesin. Di tahun 1927 AT & T telah menciptakan elektro-mekanis videophone yang beroperasi pada 18 frame per detik dan menempati setengah ruangan yang penuh dengan lemari peralatan.

Seiring dengan perkembangannya, nama videophone sudah tidak dipakai lagi, nama video call menjadi lebih populer setelah telepon menjadi bagian yang tidak perlu terintegrasi secara fisik dalam satu perangkat.

Perkembangan Video Call
Video Call melalui jaringan internet

Awalnya, video call berbentuk fisik seperti monitor komputer yang diintegrasikan dengan telepon kabel, sehingga panggilan maupun komunikasi jarak jauh yang akan dilakukan membutuhkan perangkat yang cukup banyak dan tidak fleksibel.

Seiring dengan perkembangan teknologi, terutama teknologi internet, suara dan gambar yang sering disebut video dapat ditransmisikan melalui jaringan internet, sehingga biaya menjadi lebih murah. Hal inilah yang menjadi konsep, internet dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara real time, dua arah dan menyajikan gambar dan suara secara bersamaan. Perangkat yang dibutuhkan pun menjadi semakin lebih praktis. Sekarang, orang tinggal menyambungkan komputer yang memiliki fasilitas video input seperti webcam, video output (monitor), audio input (mikrofon) dan audio output (loudspeaker) dengan jaringan internet atau WAN untuk bisa berkomunikasi secara langsung dan real time, serta bertatap muka meskipun jarak jauh.

Arsitektur dan Komponen
Komunikasi via video call yang dibangun melalui jaringan internet memanfaatkan protokol internet atau IP. Selain itu, video call dapat pula diatur agar komunikasi hanya terjadi pada jaringan lokal tanpa menghubungkannya dengan internet (cloud).
Komponen yang diperlukan untuk membangun komunikasi melalui video call terdiri dari lapisan internet dan aplikasi serta antarmuka pengguna. Pada lapisan aplikasi dan antarmuka pengguna, terdapat kamera dan mikrofon sebagai perangkat inputan gambar dan suara. Inputan ini akan ditransmisikan melalui jaringan internet dengan sebelumnya dikodekan untuk menjadi bit-bit biner yang dapat dilewatkan di jaringan dan diatur dengan standar protokol yang digunakan. Untuk komponen yang membangun komunikasi dengan video call dapat dilihat di gambar berikut.

Aplikasi dan Interface
Komunikasi melalui internet tentunya membutuhkan aplikasi yang dapat menjadi antarmuka pengguna dengan komputer seperti penjelajah web (web browser), atau aplikasi yang menyediakan fitur video call, seperti Yahoo! Messenger, BeeMessenger, Skype dan lain sebagainya. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis maupun berbayar di internet dan penggunaannya pun saat ini sangat luas dari kepentingan pribadi sampai kepentingan bisnis.



Sekarang, manusia cenderung mobile dan dinamis dalam aktivitas dan kegiatannya. Hal ini menyebabkan segala bentuk komunikasi sudah beralih pada komunikasi mobile yang menyebabkan komunikasi maupun akses informasi dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun orang itu berada. Tentunya, hal ini dibarengi dengan perkembangan teknologi wireless atau nirkabel yang lebih fleksibel serta mudah dibangun dan dikonfigurasikan.Teknologi seluler yang merupakan bagian dari teknologi nirkabel telah merambah dari pengiriman suara, data dan akhirnya sampai pada gambar bergerak (video).

Video call melalui telepon seluler sering disalah artikan dengan 3G. 3G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: third-generation technology. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel (wireless). 3G ini difasilisasi oleh penyelenggara telepon genggam (celluler provider) sedangkan video call adalah panggilan telepon Video yang dapat dilakukan dengan jaringan 3G, sehingga penelepon dan penerima bisa saling bertatap muka.

Perkembangan dan penyebaran video call melalui telepon mulai meluas, Karena hampir semua telepon seluler yang mendukung jaringan UMTS dapat melakukan panggilan video dengan fasilitas kamera yang menjadi perangkat input.
Teknologi
Koneksi
Perkembangan teknologi yang mendukung video call antara lain dari jenis koneksi yang dipakai yaitu :
  • Koneksi ISDN dengan standar ITU H.320; membutuhkan koneksi kecepatan tinggi dengan kabel fiber optic, gambar video sampai dengan 25 fps (frame per second). Alat videophone atau video call ISDN diproduksi oleh perusahaan Tandberg, Sony dan Polycom.
  • Melalui IP (Internet Protocol) dengan standar ITU H.323; membutuhkan koneksi kecepatan tinggi internet. Gambar video bisa sampai 25 fps dengan dengan koneksi internet minimum 256 kbs. Alat videophone atau video call IP diproduksi oleh perusahaan Tandberg, Sony dan Polycom.
  • PSTN dengan standar ITU H.324; dengan koneksi kabel telpon biasa PSTN (Public Switch Telephone System). Gambar video 15 fps dengan koneksi 33,6 kbs. Alat videophone atau video call PSTN ini diproduksi oleh Vialta dengan merek Beamer yang didistribusikan di Indonesia oleh PT HGW.Video call yang paling banyak digunakan diantaranya adalah video call PSTN (H.324) dikarenakan mudahnya pemasangan dan masih terjangkaunya harga alat untuk masyarakat umum. Video call dipastikan akan mewabah di masyarakat dengan hadirnya hubungan seluler 3G dan PSTN.
Bandwidth
Persyaratan lain yang perlu diperhatikan dalam melakukan komunikasi melalui video call adalah masalah bandwidth atau kecepatan transmisi data. Semakin kecil bandwidth yang disediakan untuk komunikasi, semakin rendah pula kecepatan transfer data dan kualitas gambar video yang sedang berlangsung juga buruk atau samar. Saat ini, video yang memadai untuk beberapa tujuan menjadi mungkin pada kecepatan data yang lebih rendah dari broadband definisi ITU-T dengan keceparan 768 kbps dan 384 kbps digunakan untuk beberapa aplikasi video conferencing, dan harga terendah 100 kbit per detik digunakan untuk videophones menggunakan H.264/MPEG-4 AVC protokol kompresi. Yang lebih baru MPEG-4 video dan kompresi audio-format yang dapat memberikan kualitas video tinggi pada 2 Mbps, pada kabel modem dan ADSL.

Protokol
Video call pada abad ke-20 terbatas pada protokol H.323 (kecuali Cisco SCCP ), tetapi video call baru sering menggunakan SIP , yang sering lebih mudah untuk mengatur jaringan yang bersifat rumahan. H.323 masih digunakan, tapi lebih sering untuk videoconference sedangkan SIP lebih sering digunakan untuk penggunaan pribadi. Sejumlah metode-setup panggilan berdasarkan pesan instan protokol seperti Skype juga sekarang menyediakan video.

Protokol lain yang digunakan untuk video call atau videophone adalah H.324 yang merupakan campuran call setup dan kompresi video. Videophone yang bekerja di saluran kabel telepon biasanya menggunakan protokol ini dan bandwidthnya terbatas oleh modem sekitar 33 kbps. Selain itu ada juga protokol H.320 yang menetapkan persyaratan teknis untuk sistem telepon dan pealatan terminal yang biasa dipakai untuk video conference.

Pemanfaatan
Dengan adanya teknologi video call yang menyebabkan setiap orang dapat berkomunikasi dan seperti bertatap muka langsung. Saat ini pemanfaatan video call tidak hanya untuk kepentingan pribadi saja. Berbagai hal dapat didukung oleh video call sebagai sarana komunikasi real time yang sangat membantu.
  • Bisnis : Dengan adanya video call, individu-individu di tempat yang jauh dan akan mengadakan tatap muka ataupun rapat dapat dilakukan video conference, semacam video call tetapi dalam skala lebih besar.
  • Kesehatan dan obat-obatan :Dengan adanya video call, penanganan medis secara jarak jauh pun dapat dilakukan. Ini biasa dilakukan di daerah terpencil yang sarana pengobatannya tidak begitu baik, sehingga dibutuhkan yang lebih canggih dan professional untuk kasus tertentu. Dengan melakukan komunikasi dan tatap muka, pasien dapat dilihat secara langsung dan real time mengenai gejala penyakitnya.
  • Pendidikan : Dengan adanya teknologi video call, antar siswa ataupun guru dapat saling berdiskusi, berksperimen dan bereksplorasi baik dalam maupun luar negeri tanpa adanya batasan tempat dan waktu.
Kesimpulan
Dari uraian pembahasan yang telah dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
  • Video call muncul dengan nama mula videophone yang merupakan kelanjutan dari perkembangan teknologi telepon kabel yang diintegrasikan dengan pengiriman data berupa gambar. Seiring perkembangan teknologi, video call sekarang dapat digunakan melalui jaringan IP atau internet ataupun 3G yang merupakan kemajuan dari teknologi wireless.
  • Perangkat yang dapat digunakan untuk membangun video call dapat terdiri dari dua kategori. Untuk video call melalui internet, dibutuhkan audio input, audio output, video input, video output, alplikasi untuk antarmuka pengguna dan device yang terkoneksi jaringan internet. Sedangkan untuk video call dengan pemanfaatan teknologi 3G, telepon seluler yang mendukung UMTS dan dilengkapi dengan kamera sudah dapat digunakan untuk membangun komunikasi via video call.
  • Pemanfaatan video call saat ini tidak hanya untuk kepentingan pribadi saja, kepentingan bisnis, kesehatan dan pendidikan juga dapat memanfaatkan video call untuk mendukung komunikasi yang real time.

Kamis, 26 Februari 2009

Perkembangan Teknologi Printer






Seiring perkembangan teknologi, teknologi printer juga terus berkembang sehingga mau tidak mau bagi seseorang yang selalu berhubungan dengan komputer dan peralatan lainnya harus terus mengikuti perkembangan tersebut. Printer dalam bahasa Indonesianya berarti pencetak (alat cetak). Istilah ‘printer’ saat ini sering digunakan untuk menyebut alat cetak yang terhubung dengan komputer. Untuk menghubungkan printer dengan komputer diperlukan sebuah kabel yang terhubung dari printer ke CPU komputer. Saat ini, merk produk printer yang sering digunakan diantaranya adalah Epson, Hewlett Packard (HP), Canon, Lexmark dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsi, jenis printer dan cara kerja printer, silahkan membaca kelanjutan artikel ini.

Fungsi printer

Printer adalah salah satu hardware (perangkat keras) yang terhubung ke komputer dan mempunyai fungsi untuk mencetak tulisan, gambar dan tampilan lainnya dari komputer ke media kertas atau sejenis. Istilah yang dikenal pada resolusi printer disebut dpi (dot per inch). Maksudnya adalah banyaknya jumlah titik dalam luas area 1 inci. Semakin tinggi resolusinya maka akan semakin bagus cetakan yang dihasilkan. Sebaliknya, jika resolusinya rendah maka hasil cetakan akan buruk / tidak bagus.
Head dari printer jenis ini, terdiri atas 7 atau 9 ataupun 24 jarum yang tersusun secara vertical dan membentuk sebuah kolom. Pada saat bekerja, jarum yang ada akan membentuk character images melalui gesekan-gesekan jarum pada karbon dan kertas. Printer jenis ini juga merupakan character printer. Kecepatannya sangat bervariasi, tapi untuk Epson LX-80, adalah 80 caharacter per second.

Jenis Printer

Printer Dot-Matrix
Printer Dot-Matrix(tengah) adalah pencetak yang resolusi cetaknya masih sangat rendah. Selain itu ketika sedang mencetak, printer jenis ini suaranya cenderung keras serta kualitas untuk mencetak gambar kurang baik karena gambar yang tercetak akan terlihat seperti titik-titik yang saling berhubungan. Umumnya, printer jenis dot-matrix juga hanya mempunyai satu warna, yaitu warna hitam. Tetapi saat ini printer ini masih banyak digunakan karena memang terkenal ‘bandel’ (awet). Kelebihan lainnya, pita printer dot-matrix jauh lebih murah dibandingkan dengan toner (tinta) untuk printer jenis inkjet dan laserjet.
Pada saat head-printer bergerak dari kiri kekanan sambil menyentuh kertas, maka huruf yang sudah terpola dalam suatu susunan jarum akan segera muncul. Pola huruf ini kemudian diterima oleh pita karbon yang dibaliknya terdapat kertas, dan terjadilah pencetakan huruf demi huruf.
Setiap character yang terbentuk akan menimbulkan suatu pola unique yang terdiri dari pelbagai titik didalam dimensi sebuah matrix. Jenis printer dot-matrix sangatlah bervariasi, ada yang berjenis color dan ada pula yang non-color. Untuk printer color, digunakan pita (karbon/ribon) khusus yang mempunyai 4 warna, yaitu hitam, biru, merah dan kuning.

InkJet Printer
Inkjet printer (bawah)adalah alat cetak yang sudah menggunakan tinta untuk mencetak dan kualitas untuk mencetak gambar berwarna cukup bagus. Kecepatan mencetak jumlah halaman pada printer Inkjet tidak sama, tergantung pada jenis merk printer tersebut. Tetapi pada inkjet printer, hasil cetakan lebih lama keringnya jika dibandingkan dengan laser printer.
Printer jenis ini menggunakan sistem yang berbeda dibanding dengan printer sebelumnya. Proses pencetakkannya menggunakan semprotan tinta (dimana proses penyemprotannya diatur oleh komputer) kemedia cetak guna menghasilkan character ataupun gambar yang sesuai. Karena menggunakan teknik semprot, maka printer jenis ini sama sekali tidak menimbulkan suara/brisik seperti halnya printer-printer sebelumnya.
Karena menggunakan resolusi cetak yang tinggi (minimal 300 dpi/dot per-inchie), maka hasil cetakkan printer jenis ini biasanya lebih bagus apabila dibanding dengan jenis printer sebelumnya, pada khususnya dalam menghasilkan gambar ataupun grafik. Kelemahan printer jenis ini diantaranya adalah, tidak bisa mencetak secara rangkap pada saat bersamaan. (Untuk jenis printer sebelumnya, bisa menggunakan karbon, sehingga beberapa lembar kertas bisa dicetak secara bersama-sama). Printer ini juga memiliki jenis yang berwarna ataupun tidak.

Laser Printer
Sebagian dari laser printer(kiri atas) bentuknya mirip dengan mesin fotokopi. Daya cetaknya juga cukup banyak bisa mencapai lebih dari 10 lembar per menit. Kualitas hasil cetak laser printer pun sangat bagus, sehingga mirip sekali dengan aslinya. Selain itu hasil cetakan cepat kering. Tetapi harga printer ini cukup mahal. Pada mesin foto-copy, pemfokusan gambar dilakukan oleh silinder yang berputar. Karena output yang dihasilkan sangat memuaskan, maka printer jenis laser jet sangat cocok digunakan oleh pelbagai percetakan. Selain itu, pilihan huruf yang dimiliki juga sangat beragam, demikian pula style ataupun bentuk dari huruf yang bersangkutan
Printer jenis ini memakai sistem yang hampir sama dengan sistem yang dipakai oleh mesin foto-copy, sehingga hasil cetakkannya jauh lebih rapi jika dibanding dengan printer-printer sebelumnya. Proses pencetakkannya dilakukan dengan mem-fokuskan gambar yang akan dicetak titik pertitik yang dilakukan oleh semi conductor laser.

Printer Digital(paling kanan)
Beberapa waktu yang lalu, keunggulan foto kamera digital hampir tenggelam oleh terbatasnya tempat yang menyediakan jasa cetak foto digital. Disamping itu, mutu dan kualitas gambar hasil cetak foto dari printer ink-jet, ternyata tidak maksimal.
Sekarang dapat kita jumpai model-model terbaru printer portable yang dapat mencetak foto digital secara cepat dan pengoperasiannya juga sederhana. Printer ini bisa mencetak gambar secara langsung dari kamera digital tanpa membutuhkan adanya sebuah PC. Walaupun demikian, printer jenis ini juga bisa dihubungkan dengan sebuah PC. Pada sector video, Sony melengkapi produk video kameranya yang dapat terhubung langsung dengan sebuah printer mini. Demikian pula halnya dengan Holywood DV Bridge dari Dazzle. Output video dapat dikonversi langsung dalam bentuk digital. Proses ini berlaku juga untuk proses sebaliknya dari digital ke-analog. Yang perlu dilakukan hanyalah menghubungkan kedua piranti melalui Bridge secara langsung tanpa melalui PC.